Kapsultekno.com - Content Overseas Distribution Association (CODA), sebuah organisasi anti-pembajakan Jepang yang mewakili berbagai perusahaan media dan video game, termasuk Square Enix, Cygames, Bandai Namco, dan pemilik FromSoftware, Kadokawa Corporation mengajukan permintaan tertulis kepada OpenAI.
CODA menuntut perusahaan AS tersebut agar berhenti menggunakan konten anggotanya untuk melatih model seperti Sora 2. CODA dibentuk pada 2002 atas perintah Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri serta Badan Urusan Kebudayaan untuk "mempromosikan pengembangan konten Jepang di luar negeri dan mengambil langkah-langkah anti-pembajakan".
"Konten kebanggaan Jepang, termasuk musik, film, anime, program siaran, gim video, dan penerbitan, memainkan peran penting dalam meningkatkan kehadiran internasional dan pertumbuhan ekonomi negara ini," demikian penjelasan di situs web CODA, dikutip dari Gamedeveloper.
Baca Juga: RRQ Kazu dan EVOS Divine Lolos ke Grand Finals FFWS Global Finals 2025 Jakarta
"Seiring semakin meluasnya teknologi digital, semakin penting pula untuk melindungi konten Jepang dari pelanggaran hak cipta yang semakin licik dan mendorong perkembangan industri konten," tambahnya.
CODA mengklaim OpenAI mungkin melakukan pelanggaran hak cipta setelah mengonfirmasi sejumlah besar keluaran yang dihasilkan oleh model pembuatan video, Sora 2, dinilai sangat mirip dengan konten atau gambar Jepang.
"CODA telah menetapkan bahwa ini adalah hasil dari penggunaan konten Jepang sebagai data pembelajaran mesin. Dalam kasus, seperti pada Sora 2, di mana karya berhak cipta tertentu direproduksi atau dihasilkan dengan cara serupa sebagai keluaran, CODA menganggap bahwa tindakan replikasi selama proses pembelajaran mesin dapat merupakan pelanggaran hak cipta," demikian bunyi pernyataan.
Baca Juga: Bagaimana Tren Pasar Smartphone di Indonesia pada 2025?
CODA kini meminta OpenAI untuk mencegah konten anggotanya digunakan tanpa izin guna memfasilitasi operasional Sora 2. Perusahaan juga telah meminta perusahaan untuk "menanggapi dengan tulus" klaim dan pertanyaan dari anggota CODA terkait pelanggaran hak cipta.
Sekadar informasi, OpenAI meluncurkan Sora 2 pada 30 September 2025. Hanya beberapa hari kemudian, CEO perusahaan Sam Altman mengatakan ia ingin memberi pemegang hak "kendali yang lebih rinci" atas pembuatan karakter.

One thought on “Studio Game Jepang Protes OpenAI Curi Karya untuk Latih Sora 2”