Kapsultekno.com - SpaceX resmi mengakuisisi perusahaan kecerdasan buatan (AI) milik Elon Musk, xAI dengan kesepakatan senilai USD1,25 triliun. Ini merupakan langkah strategis yang dipandang bisa menciptakan masa depan pusat data (data center) AI di luar Bumi.
Akuisisi ini menggabungkan dua entitas yang sama-sama berada di bawah kepemilikan Musk, sebuah kombinasi yang diperkirakan menciptakan salah satu perusahaan swasta paling bernilai di dunia, dikutip dari TechCrunch.
Akuisisi tersebut diumumkan secara resmi oleh SpaceX melalui memo internal yang diposting di situs resmi perusahaan. Kesepakatan ini tidak hanya sekadar penggabungan bisnis, tetapi juga mencerminkan visi jangka panjang Musk untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur komputasi berbasis darat di era kecerdasan buatan.
Menyatukan Teknologi AI dan Teknologi Antariksa
Elon Musk menyatakan bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan AI saat ini adalah ketergantungan pada pusat data besar yang memerlukan energi dan pendinginan sangat besar, sesuatu yang menurutnya tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Internet, SpaceX Bangun Pabrik Starlink Baru di Texas
“Permintaan listrik global untuk AI tidak dapat dipenuhi dengan solusi terestrial, bahkan dalam waktu dekat, tanpa memaksakan kesulitan pada komunitas dan lingkungan," tulis Musk dalam memo tersebut, membahas alasan di balik strategi pusat data di luar angkasa.
Dengan digabungnya SpaceX dan xAI, Musk ingin memanfaatkan kemampuan SpaceX dalam peluncuran satelit dan infrastruktur antariksa untuk menempatkan pusat data AI di orbit.
Baca Juga: Gangguan Teknis, Satelit Starlink Milik SpaceX Bakal Jatuh ke Bumi
Ide ini menurut Musk akan membawa revolusi besar dalam cara pengembangan dan pemrosesan kecerdasan buatan.