Advertise here · www.kapsultekno.com
Advertise here · www.kapsultekno.com
Elon Musk Paksa Bank Gunakan Grok AI Jelang IPO SpaceX
Musk wajibkan bank gunakan Grok untuk ikut IPO SpaceX bernilai triliunan dolar AS.

Kapsultekno.com - Elon Musk kabarnya menetapkan syarat tak biasa bagi lembaga keuangan yang ingin terlibat dalam penawaran saham perdana (IPO) SpaceX. Para bank investasi, firma hukum, hingga auditor diwajibkan berlangganan chatbot AI Grok yang merupakan produk dari xAI sebagai bagian dari kerja sama.

Menurut laporan, sejumlah institusi bahkan siap menggelontorkan dana hingga puluhan juta dolar per tahun untuk mengadopsi teknologi tersebut ke dalam sistem mereka, dikutip dari Reuters.

Langkah ini disebut sebagai “Grok condition”, di mana pihak yang ingin mendapatkan peran dalam IPO harus ikut mendukung bisnis AI milik Musk. Beberapa bank besar seperti Morgan Stanley, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, Bank of America, dan Citigroup dilaporkan menjadi bagian dari penjamin emisi utama.

blank

Baca Juga: Uni Eropa Buka Investigasi Resmi Terhadap X Atas Deepfake Grok AI

IPO SpaceX sendiri diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah, dengan target valuasi lebih dari 2 triliun dolar AS. Perusahaan juga berpotensi menghimpun dana hingga sekitar 75 miliar dolar AS, melampaui rekor IPO sebelumnya.

Strategi Gabungkan AI dan Bisnis Antariksa

Kebijakan ini menunjukkan bagaimana Musk semakin mengintegrasikan bisnisnya, khususnya antara sektor kecerdasan buatan dan eksplorasi luar angkasa. Setelah menggabungkan SpaceXdengan xAI, Grok kini menjadi bagian penting dalam ekosistem teknologi yang ia bangun.

Baca Juga: xAI Digugat Gara-Gara Grok AI Bikin Foto Remaja Jadi Tanpa Busana

Langkah tersebut juga dinilai sebagai strategi untuk memperluas adopsi Grok di kalangan korporasi besar sekaligus meningkatkan pendapatan xAI. Di sisi lain, pendekatan ini menuai perhatian karena memanfaatkan momentum IPO besar untuk mendorong penggunaan produk internal.

Sekadar informasi, IPO adalah singkatan dari Initial Public Offering, yaitu proses ketika sebuah perusahaan pertama kali menjual sahamnya kepada publik di bursa saham. Secara sederhana, IPO berarti perusahaan yang sebelumnya dimiliki secara privat (oleh pendiri, investor, atau pemilik tertentu) mulai membuka kepemilikannya kepada masyarakat umum.

Beberapa tujuan perusahaan melakukan IPO ialah meningkatkan reputasi dan transparansi perusahaan, mendapatkan dana besar untuk ekspansi hingga melunasi utang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top