TERBARU
Memuat berita terbaru...
Google Doodle Rayakan World Space Week 2026, Soroti Perkembangan Roket Luar Angkasa
World Space Week 2026 mengangkat revolusi teknologi roket yang membuat akses menuju luar angkasa semakin terbuka.

Kapsultekno.com - Google Doodle pada hari ini menampilkan gambar bertema luar angkasa. Raksasa mesin pencari ini turut memperingati World Space Week 2026, yang digelar mulai 4–10 Oktober 2026.

Jika pengguna melakukan klik pada gambar Doodle di halaman pencarian, maka halaman baru akan membawa pengguna ke hasil pencarian World Space Week 2026. Dalam penjelasan AI Overview, Google menjelaskan bahwa World Space Week atau Pekan Antariksa Dunia 2026 mengusung tema "Revolusi Roket".

World Space Week 2026 menjadi momentum untuk melihat perubahan besar dalam teknologi peluncuran roket. Publik diingatkan bagaimana perkembangan roket dapat digunakan kembali, kendaraan peluncur baru, serta semakin besarnya peran perusahaan komersial dalam industri antariksa.

World Space Week merupakan perayaan internasional yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1999 untuk memperingati kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa terhadap kehidupan manusia.

(Foto: NASA)

Tanggal 4 Oktober dipilih untuk memperingati peluncuran Sputnik 1 pada 1957, satelit buatan manusia pertama yang mengorbit Bumi. Sementara itu, 10 Oktober memperingati berlakunya Outer Space Treaty pada 1967 yang menjadi salah satu dasar hukum internasional dalam eksplorasi dan pemanfaatan ruang angkasa.

Rocket Revolution dan Perubahan Industri Antariksa

Tema “Rocket Revolution” menggambarkan perubahan dari industri peluncuran yang sebelumnya didominasi program pemerintah menjadi ekosistem yang melibatkan perusahaan swasta, startup, universitas, serta semakin banyak negara.

Menurut Dennis Stone, Presiden World Space Week Association, tema tahun ini menyoroti bagaimana peningkatan akses ke luar angkasa dan penurunan biaya peluncuran ikut mendorong perkembangan ekosistem antariksa serta aplikasi baru.

“Mengakui bagaimana peningkatan akses ke luar angkasa dan penurunan biaya peluncuran telah mendorong ekosistem antariksa serta berbagai aplikasi antariksa baru yang menarik,” kata Dennis Stone dalam pernyataan World Space Week Association yang dikutip Space.com.

Salah satu perubahan penting adalah penggunaan kembali komponen roket. Teknologi ini memungkinkan bagian tertentu dari kendaraan peluncur kembali ke Bumi dan digunakan pada penerbangan berikutnya.

Konsep tersebut berpotensi meningkatkan frekuensi peluncuran sekaligus mengubah perhitungan biaya untuk membawa satelit, wahana antariksa, dan berbagai muatan lainnya ke orbit.

Starship Jadi Salah Satu Contoh Perkembangan Terbaru

Perkembangan roket pada 2026 turut ditandai pencapaian SpaceX Starship. Pada penerbangan uji ke-14 pada 28 September 2026, Starship berhasil mencapai orbit untuk pertama kalinya dan menempatkan 26 satelit Starlink V3 ke orbit. Misi tersebut kemudian berakhir lebih awal setelah terjadi masalah pada mesin, tetapi tujuan utama penerbangan untuk mencapai orbit dan melakukan deployment muatan berhasil dicapai.

Pencapaian tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi kendaraan peluncur terus berkembang menuju sistem yang lebih besar, dapat digunakan kembali, dan memiliki kemampuan membawa muatan dalam jumlah lebih banyak.

Namun, teknologi roket bukan hanya soal membawa manusia ke luar angkasa. Satelit yang diluncurkan juga mendukung berbagai kebutuhan di Bumi, mulai dari komunikasi, navigasi dan prakiraan cuaca hingga observasi lingkungan, pemantauan bencana dan konektivitas.

World Space Week 2026 Digelar di Berbagai Negara

World Space Week Association menyebut perayaan ini telah berkembang menjadi kegiatan global dengan lebih dari 50.000 kegiatan di lebih dari 100 negara. Programnya mencakup pameran, diskusi, kegiatan sekolah, pengamatan astronomi hingga aktivitas STEM untuk pelajar.

Tahun ini juga tersedia Rocket Revolution Toolkit yang dikembangkan bersama Estes Education untuk membantu siswa, keluarga dan komunitas mempelajari prinsip dasar roket serta tantangan merancang kendaraan peluncur yang dapat digunakan kembali.

World Space Week 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa revolusi roket tidak hanya berlangsung di pusat-pusat antariksa. Semakin banyak perusahaan, institusi pendidikan dan negara yang terlibat, akses terhadap teknologi luar angkasa perlahan menjadi lebih luas.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *