Advertise here · www.kapsultekno.com
Advertise here · www.kapsultekno.com
Ilmuwan Pertama Kali Temukan Petir di Planet Mars
Ilmuwan mendeteksi aktivitas listrik mirip petir di Mars.

Kapsultekno.com- Para ilmuwan pertama kalinya meyakini telah merekam aktivitas listrik di atmosfer Mars. Ini membuka pemahaman baru bahwa planet merah tersebut mampu menghasilkan fenomena yang terjadi juga di planet Bumi.

Temuan ini berasal dari rekaman audio dan elektromagnetik milik instrumen SuperCam pada rover Perseverance milik NASA, yang telah menjelajahi Kawah Jezero sejak mendarat pada 2021.

Sebuah tim peneliti asal Prancis menganalisis lebih dari 28 jam rekaman mikrofon yang diambil selama dua tahun Mars, setara dengan 1.374 hari di Bumi. Dalam rekaman tersebut, mereka menemukan adanya pelepasan listrik yang biasanya muncul bersama aktivitas dust devils atau badai debu, dikutip dari BBC.

blank

Baca Juga: Satelit Internet SATRIA-1 Pulihkan Komunikasi di Wilayah Bencana Sumatra

Dust devils adalah pusaran angin kecil yang terbentuk akibat udara panas yang naik dari permukaan tanah. Pergerakan internalnya diyakini dapat menghasilkan pelepasan listrik, sehingga memicu fenomena yang dijuluki “mini lightning”.

Pemimpin penelitian, Dr. Baptiste Chide, menyatakan kepada Reuters bahwa temuan ini menjadi penemuan penting dan dapat mempengaruhi pemahaman tentang kimia atmosfer, iklim, dan potensi keberadaan kehidupan di Mars.

Menurutnya, Mars kini bergabung dengan Bumi, Saturnus, dan Jupiter sebagai planet yang diketahui memiliki aktivitas listrik atmosfer.

Masih Ada Keraguan Tentang Keberadaan Petir

Meski begitu, tidak semua ilmuwan sepenuhnya yakin. Fisikawan partikel Dr. Daniel Pritchard menulis di jurnal Nature bahwa bukti pelepasan listrik melalui suara memang “sangat meyakinkan”. Akan tetapi, fenomena itu tidak terlihat secara langsung.

Ia menambahkan bahwa sejarah penelitian terkait fenomena semacam ini menunjukkan perdebatan yang mungkin akan berlangsung lama.

blank

Para ilmuwan berharap alat pengukur atmosfer yang lebih canggih serta kamera sensitif dapat dikirim ke Mars di masa depan untuk mengonfirmasi fenomena ini secara visual.

Temuan Mineral yang Mungkin Terkait Jejak Kehidupan

Penemuan petir ini bukan satu-satunya perkembangan penting terbaru di Mars. Pada September lalu, ilmuwan menemukan bebatuan dengan pola unik yang dijuluki leopard spots dan poppy seeds.

Mineral yang terkandung dalam bebatuan itu diyakini dapat terbentuk dari reaksi kimia yang mungkin terkait aktivitas mikroba purba.

Baca Juga: Stroke Penyebab Kematian dan Kecacatan Tertinggi di Indonesia

Meski mineral tersebut bisa saja terbentuk melalui proses geologi alami, NASA menyebut temuan ini sebagai salah satu indikasi paling jelas keberadaan kehidupan kuno di Mars.

Mars yang kini dingin dan kering pernah diyakini memiliki atmosfer tebal dan air mengalir miliaran tahun lalu. Kondisi itu yang memungkinkan adanya kehidupan.

Kawah Jezero dipilih sebagai lokasi eksplorasi Perseverance karena memiliki karakteristik yang menunjukkan kawasan tersebut dulunya merupakan delta sungai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top