Support Us
Advertise here · www.kapsultekno.com
Misi NASA Artemis II, Apa Saja yang Dilakukan Astronaut Selama Perjalanan ke Bulan?
Hari ketiga Artemis II fokus pemantauan sistem saat astronaut melaju menuju Bulan dari orbit Bumi.

Kapsultekno.com - Misi NASA melalui program Artemis II terus memasuki fase krusial. Pada hari ketiga perjalanan sejak meluncur pada 1 April 2026 dari Kennedy Space Center, Florida, para astronaut mulai menjalani fase “coasting” atau melaju menuju Bulan setelah berhasil keluar dari orbit Bumi.

Empat astronaut yang berada di dalam wahana Orion kini berada dalam perjalanan menuju Bulan yang diperkirakan memakan waktu beberapa hari, sebagai bagian dari misi uji coba selama sekitar 10 hari.

Pemantauan Sistem dan Navigasi Jadi Prioritas

Memasuki hari ketiga, aktivitas utama kru difokuskan pada pemantauan sistem pesawat serta memastikan semua fungsi berjalan optimal selama perjalanan jauh di luar orbit Bumi.

blank

Baca Juga: Setelah 50 Tahun, NASA Kembali Kirim Astronaut Mengitari Bulan Lewat Artemis II

Fase ini merupakan bagian dari perjalanan panjang menuju Bulan, di mana astronaut terus memantau kinerja sistem komunikasi, navigasi, serta kondisi kabin. Selama periode ini, tim di Bumi juga ikut mengawasi performa wahana secara real-time.

Selain itu, kru juga melakukan berbagai observasi dan dokumentasi perjalanan, termasuk mengambil gambar Bumi dari kejauhan. Aktivitas ini bukan hanya untuk kebutuhan dokumentasi, tetapi juga bagian dari pengujian operasional misi luar angkasa jarak jauh.

Hari ketiga menjadi bagian penting dari keseluruhan tujuan misi Artemis II, yakni menguji kemampuan manusia dan teknologi dalam menghadapi perjalanan luar angkasa jarak jauh.

Sebelumnya, pada hari kedua, wahana berhasil melakukan manuver penting bernama translunar injection (TLI), yang mendorong pesawat keluar dari orbit Bumi menuju jalur ke Bulan.

Baca Juga: Astronaut Artemis II Butuh Waktu 6 Hari Capai Bulan, Ini Tahapan Misinya

Selama fase menuju Bulan ini, astronaut juga dijadwalkan untuk menjalankan simulasi prosedur darurat, eksperimen sederhana, serta menjaga kondisi fisik melalui aktivitas rutin. Semua ini bertujuan untuk memastikan kesiapan misi-misi berikutnya, termasuk rencana pendaratan manusia di Bulan pada program Artemis selanjutnya.

Misi Artemis II sendiri menjadi penerbangan berawak pertama menuju Bulan sejak era Apollo lebih dari 50 tahun lalu, sekaligus langkah penting menuju eksplorasi manusia ke Mars di masa depan.

Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *