TERBARU
Memuat berita terbaru...
AI Bantu Temukan Celah Keamanan PHP, Pengelola Website Diminta Waspada
Celah keamanan kritis PHP ditemukan dengan bantuan AI, mendorong sejumlah organisasi menonaktifkan website sementara demi mencegah serangan siber.

Kapsultekno.com - Sejumlah website pemerintah dan layanan publik di berbagai negara terpaksa dinonaktifkan sementara pada Rabu (21/10/2026) setelah peneliti keamanan siber menemukan celah keamanan kritis pada PHP. PHP merupakan bahasa pemrograman yang digunakan oleh sebagian besar website di internet.

Laporan ITV News menyebutkan, kerentanan tersebut ditemukan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) dan berpotensi memungkinkan penyerang mengambil alih server dari jarak jauh. Langkah menonaktifkan website dilakukan sebagai tindakan pencegahan sambil menunggu atau menerapkan pembaruan keamanan.

PHP merupakan bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk membangun website dan menjalankan berbagai fitur di dalamnya. Teknologi ini juga menjadi fondasi bagi platform populer seperti WordPress dan Magento.

Menurut laporan ITV News yang mengutip perusahaan keamanan siber Cloudflare, PHP digunakan oleh hampir 70% website. Luasnya penggunaan tersebut membuat kerentanan pada PHP berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap infrastruktur internet.

Salah satu risiko utamanya adalah kemungkinan penyerang menjalankan perintah berbahaya pada server yang rentan. Jika berhasil dieksploitasi, celah semacam ini dapat membuka akses ke sistem penyimpanan berkas atau basis data, sehingga meningkatkan risiko pencurian informasi dan pengambilalihan sistem.

Reuters melaporkan bahwa dua kerentanan kritis menjadi perhatian organisasi di berbagai negara. Sejumlah institusi mengambil langkah pencegahan dengan menonaktifkan layanan yang terdampak hingga pembaruan keamanan dapat diterapkan.

Website Pemerintah dan Layanan Publik Ikut Terdampak

Sejumlah organisasi di Eropa dilaporkan menonaktifkan sebagian layanan daring mereka. Di Inggris, Oxford City Council dan City of Edinburgh Council termasuk organisasi yang mengambil langkah tersebut. Beberapa halaman program BBC juga dilaporkan tidak dapat diakses.

Situs pemerintah Finlandia turut mengalami penonaktifan sebagian layanan. Reuters juga melaporkan langkah serupa di Jerman, Prancis, Belgia, Belanda, dan Republik Ceko.

Meski demikian, penonaktifan website tidak serta-merta berarti sistem telah diretas. Dalam kasus ini, sejumlah organisasi memilih menghentikan akses sementara untuk mengurangi risiko eksploitasi sebelum sistem mereka diperbarui.

Hingga laporan ITV News diterbitkan, belum ada indikasi bahwa layanan publik kritis berskala besar terdampak langsung.

Juru bicara pemerintah Inggris mengatakan kepada ITV News, “Pekerjaan sudah berlangsung di seluruh pemerintahan untuk secara aktif mengidentifikasi dan menambal potensi paparan".

"Kami mendorong semua organisasi, baik swasta maupun publik, besar maupun kecil, untuk mengikuti panduan yang dikeluarkan oleh NCSC untuk memahami paparan mereka dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi sistem mereka," jelasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah Inggris sedang mengidentifikasi sistem yang berpotensi terdampak dan menerapkan perbaikan untuk melindungi infrastruktur digital.

AI Membantu Peneliti Menemukan Kerentanan

Menurut laporan ITV News yang mengutip The Wall Street Journal, kerentanan tersebut ditemukan pada Agustus 2026 oleh Ryan Austin, peneliti dari perusahaan keamanan siber Calif, dengan bantuan model AI canggih yang dikembangkan OpenAI.

OpenAI menyatakan telah bekerja bersama tim peneliti selama dua bulan terakhir untuk membantu mengatasi masalah tersebut dan mendukung pengembang PHP dalam menyiapkan perbaikan.

Perusahaan itu menyebut insiden ini sebagai salah satu masalah keamanan paling berdampak dalam beberapa waktu terakhir.

“Sejauh yang kami ketahui, AI perbatasan menemukan kerentanan ini sebelum penyerang melakukannya, membuka jendela pembela bagi pengelola dan penyedia keamanan untuk menyiapkan perbaikan dan perlindungan sebelum pengungkapan," kata OpenAI dalam pernyataan yang dikutip ITV News.

Temuan ini memperlihatkan bagaimana AI dapat membantu peneliti mengidentifikasi kelemahan perangkat lunak sebelum dimanfaatkan penyerang. Namun, teknologi yang sama juga berpotensi membantu pelaku kejahatan siber mengembangkan metode serangan.

Apa yang Harus Dilakukan Pengelola Website?

National Cyber Security Centre (NCSC) Inggris meminta organisasi yang menggunakan PHP untuk segera memperbarui perangkat lunak ke versi yang telah diperbaiki. Jika pembaruan belum dapat dilakukan, pengelola disarankan mempertimbangkan penonaktifan website sementara.

Bagi pemilik website berbasis WordPress, situasi ini menjadi pengingat bahwa keamanan tidak cukup hanya dengan memperbarui tema dan plugin. Versi PHP yang digunakan server hosting juga perlu diperiksa.

Pengelola website sebaiknya berkoordinasi dengan penyedia hosting untuk memastikan versi PHP yang digunakan sudah mendapatkan perbaikan keamanan. Mereka juga perlu mencadangkan data, memeriksa log server, serta memantau aktivitas mencurigakan.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *