Kapsultekno.com – Denza kembali membuat gebrakan di pasar mobil listrik dengan meluncurkan Z9S, sedan listrik terbaru yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.100 kilometer dalam sekali pengisian daya (charge).
Angka tersebut membuat Denza Z9S diklaim sebagai salah satu mobil listrik produksi massal dengan jarak tempuh terpanjang di dunia. Klaim itu bahkan memungkinkan mobil menempuh perjalanan dari New York menuju Detroit atau Jakarta ke Bali tanpa perlu berhenti untuk mengisi ulang baterai. Meskipun demikian angka tersebut masih berdasarkan siklus pengujian China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC).
Denza merupakan merek premium di bawah BYD. Z9S menjadi model ketiga dalam keluarga Z9 setelah Z9 dan Z9 GT, sekaligus hadir untuk bersaing dengan sedan listrik seperti Xiaomi SU7 dan XPeng P7.
Salah satu daya tarik utama Denza Z9S terletak pada sistem baterainya. Mobil ini menggunakan Blade Battery 2.0 berkapasitas 102,3 kWh yang dikembangkan BYD.

Denza menawarkan tiga pilihan jarak tempuh, yakni 780 km, 920 km, dan 1.100 km berdasarkan pengujian CLTC. Varian dengan jarak tempuh terpanjang inilah yang membuat Z9S berhasil melampaui rekor 1.036 km milik Denza Z9 GT.
General Manager Denza, Li Hui, mengatakan bahwa kemampuan jarak tempuh tersebut dirancang agar pengguna tidak perlu terlalu sering memikirkan pengisian baterai. "Tidak dimaksudkan untuk diingat, melainkan untuk dilupakan," kata Li Hui, sebab pemiliknya bisa berkendara selama sekitar setengah bulan tanpa perlu mengisi daya.
Seperti model BYD lainnya yang mendukung pengisian daya cepat (flash charging), Denza Z9S dapat mengisi daya dari 10% hingga 70% hanya dalam waktu 5 menit, dan dari 10% hingga 97% hanya dalam 9 menit, dikutip dari CnEVPost.
Angka 1.100 km tersebut perlu dilihat secara proporsional. CLTC dikenal menghasilkan angka jarak tempuh yang lebih optimistis dibandingkan standar pengujian seperti WLTP atau EPA. TechRadar memperkirakan angka tersebut dapat berada di kisaran 546–560 mil atau sekitar 878–901 km jika dikonversikan secara kasar ke standar WLTP. Sementara estimasi berbasis EPA berada di sekitar 480 mil atau 772 km.

Artinya, jarak tempuh aktual Z9S dalam penggunaan sehari-hari kemungkinan tetap lebih rendah daripada angka 1.100 km sebagaimana yang diklaim dalam pengujian.
Dengan klaim jarak tempuh 1.100 km, Denza Z9S secara teoritis memiliki kemampuan untuk menempuh perjalanan antarkota yang sangat jauh tanpa pengisian ulang.
TechRadar menggunakan perumpamaan perjalanan New York ke Detroit sebagai ilustrasi. Jika angka CLTC tersebut benar-benar dapat dicapai dalam kondisi tertentu, perjalanan tersebut dapat dilakukan tanpa harus berhenti di stasiun pengisian daya.
Gambaran serupa juga berlaku untuk perjalanan Berlin ke Paris, yang disebut dapat ditempuh tanpa perlu mengandalkan jaringan pengisian publik apabila jarak tempuh maksimum Z9S dapat direalisasikan.
Meski demikian, kondisi jalan, kecepatan, temperatur, penggunaan pendingin udara, beban kendaraan dan gaya berkendara dapat memengaruhi konsumsi energi secara signifikan. Karena itu, klaim tersebut lebih tepat dipahami sebagai gambaran kemampuan maksimum berdasarkan standar pengujian, bukan jaminan jarak tempuh dalam seluruh kondisi berkendara.
Dengan kombinasi jarak tempuh panjang dan pengisian sangat cepat, Denza berusaha mengurangi salah satu kekhawatiran terbesar pengguna mobil listrik, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk kembali melanjutkan perjalanan.
Denza Z9S tidak hanya mengutamakan efisiensi. Model ini juga tersedia dengan konfigurasi motor listrik yang menawarkan performa tinggi.

Varian tertentu menggunakan satu motor listrik yang menghasilkan tenaga maksimum 370 kW. Sementara varian Performance dengan konfigurasi tiga motor listrik dan penggerak seluruh roda mampu menghasilkan tenaga gabungan hingga 890 kW atau sekitar 1.194 hp.
Varian tiga motor tersebut mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam hanya dalam 2,68 detik.
Dengan demikian, Z9S mencoba menggabungkan dua karakter yang biasanya sulit ditemukan dalam satu kendaraan, yakni efisiensi untuk perjalanan jarak jauh dan performa yang mendekati mobil sport.
Dimensi dan Teknologi Denza Z9S
Denza Z9S memiliki panjang 5.090 mm, lebar 1.980 mm dan tinggi 1.490 mm, dengan jarak sumbu roda mencapai 3.025 mm. Dimensinya sedikit lebih kecil dibandingkan Denza Z9 yang saat ini berada di atasnya dalam jajaran produk.
Mobil ini juga dilengkapi sistem rear-wheel steering yang memungkinkan roda belakang ikut berbelok untuk meningkatkan kemampuan manuver. Denza mengklaim radius putarnya dapat mencapai 4,75 meter.
Pada bagian suspensi, Z9S menggunakan sistem DiSus-A intelligent air body control. Sementara untuk sistem bantuan pengemudi, Denza membekali mobil ini dengan God's Eye 5.0 sebagai perlengkapan standar.
Sensor LiDAR yang dipasang di atap juga menjadi bagian dari sistem bantuan berkendara kendaraan tersebut.
Dari sisi penyimpanan, Z9S menyediakan bagasi depan atau frunk berkapasitas 120 liter dan bagasi belakang 470 liter.
Denza membuka pre-order Z9S di China dengan harga mulai 319.800 yuan, sementara varian Flagship dibanderol 349.800 yuan dan versi Performance tiga motor mencapai 389.800 yuan.
Dengan kurs 1 dolar AS sebesar Rp17.800, harga tersebut setara dengan sekitar Rp838,4 juta hingga Rp1,022 miliar. Namun, angka ini merupakan konversi langsung dan belum memperhitungkan jika terdapat pajak, bea masuk, biaya distribusi, serta komponen harga lainnya apabila masuk ke pasar Indonesia.
Denza sendiri terus memperluas portofolionya. Pada Juli 2026, merek tersebut mencatat pengiriman 19.196 kendaraan, naik 68,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang Januari–Juli 2026, total pengiriman Denza mencapai 85.737 unit.