Kapsultekno.com - Persaingan laptop Windows dengan perangkat Apple kembali memanas. Hasil pengujian terbaru menunjukkan prosesor Intel Core 3 generasi terbaru berpotensi menjadi senjata penting bagi produsen laptop Windows untuk bersaing dengan MacBook Neo, laptop murah besutan Apple.
Dalam laporan Digital Trends, Intel Core 3 304 yang merupakan bagian dari platform Wildcat Lake diuji menggunakan benchmark PassMark dan dibandingkan dengan chip Apple A18 Pro yang digunakan pada MacBook Neo. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prosesor Intel tersebut mampu mencatat skor single-thread lebih tinggi dibandingkan A18 Pro, sementara performa multi-thread juga tetap kompetitif.
Temuan ini mengindikasikan bahwa laptop Windows dengan harga terjangkau berpeluang kembali menjadi pesaing serius bagi Apple. Keunggulan ini penting mengingat MacBook Neo sejak diperkenalkan pada Maret 2026 berhasil menarik perhatian berkat harga mulai USD599 (sekitar Rp10,7 juta) dan efisiensi daya tinggi yang ditawarkan chip A18 Pro.
Apple mengklaim laptop tersebut mampu menghadirkan performa cepat dengan daya tahan baterai panjang, sehingga menjadi pilihan menarik bagi pelajar dan pengguna umum.
Meski demikian, Intel Core 3 304 membawa sejumlah kelebihan tersendiri. Arsitektur x86 masih menawarkan kompatibilitas perangkat lunak yang luas, termasuk dukungan terhadap berbagai aplikasi dan game yang berjalan secara native di Windows.
Selain itu, produsen laptop dapat menawarkan konfigurasi memori dan penyimpanan yang lebih fleksibel dibandingkan MacBook Neo dengan RAM 8 GB dan SSD 256 GB pada model dasar.
Kemunculan prosesor baru ini juga bertepatan dengan hadirnya sejumlah laptop Windows berharga terjangkau. Dell, misalnya, telah meluncurkan XPS 13 terbaru dengan harga mulai USD699 atau USD599 bagi pelajar.

Laptop tersebut mengandalkan prosesor Intel generasi terbaru dan diposisikan langsung untuk menghadapi MacBook Neo. Kendati demikian, XPS 13 terbaru menggunakan platform Intel Core Series 3 berbasis Wildcat Lake dan model yang dipasarkan saat peluncuran memakai Intel Core 5 320, bukan Intel Core 3 304.
Meski pengujian benchmark tidak selalu mencerminkan pengalaman penggunaan sehari-hari secara menyeluruh, hasil awal ini memberikan sinyal bahwa dominasi Apple di pasar laptop murah tidak akan berlangsung tanpa perlawanan.
Dengan prosesor Intel terbaru, laptop Windows berpotensi kembali menawarkan kombinasi menarik antara performa, fleksibilitas, dan harga yang juga kompetitif.
Sekadar informasi, Apple MacBook Neo adalah laptop Mac paling terjangkau yang pernah dirilis Apple sepanjang sejarah. Diumumkan pertama kali pada 4 Maret 2026 dan mulai dijual secara global pada 11 Maret 2026, MacBook Neo mengusung desain bodi aluminium layaknya MacBook Air, dilengkapi layar Liquid Retina 13 inci dengan resolusi 2408 × 1506 piksel dan kerapatan 218 ppi.

Yang menarik, MacBook Neo menjadi Mac pertama yang menggunakan chip seri A yakni A18 Pro, yang selama ini dikenal sebagai prosesor iPhone dan iPad, bukan chip seri M seperti yang digunakan di MacBook Air maupun MacBook Pro.
Chip A18 Pro tersebut hadir dengan CPU 6-core, GPU 5-core dengan dukungan ray-tracing, serta Neural Engine 16-core, dipadukan dengan RAM 8 GB unified memory.
MacBook Neo resmi masuk ke Indonesia pada 22 Mei 2026, setelah pre-order dibuka sejak 15 Mei 2026 melalui Apple Authorized Reseller seperti iBox, Digimap, Blibli, dan Hello Store. Harga laptop ini dibedakan berdasarkan kapasitas penyimpanan varian 8 GB/256 GB dibanderol Rp10.749.000 tanpa fitur Touch ID, sementara varian 8 GB/512 GB yang sudah dilengkapi Touch ID dijual seharga Rp12.999.000.
Kehadiran MacBook Neo di Indonesia dinilai signifikan karena untuk pertama kalinya Apple bersaing langsung dengan laptop-laptop Windows kelas menengah dan Chromebook, menawarkan ekosistem macOS lengkap dengan Apple Intelligence dalam paket harga yang jauh lebih aksesibel dari MacBook Air.