Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
BYD Indonesia Jelaskan Perbedaan Teknologi Platform E3 dan E4 pada Mobil Listrik
BYD Indonesia memaparkan perbedaan platform E3 dan E4 pada mobil listrik.

Kapsultekno.com - BYD mengembangkan arsitektur mobil listrik lewat berbagai platform canggih, termasuk E3 dan generasi baru E4. Keduanya dirancang untuk menunjang keamanan berkendara, hanya saja platform E4 punya keunggulan yang lebih ditujukan untuk mobil berperforma tinggi.

Platform ini pada dasarnya adalah “fondasi” kendaraan listrik yang mencakup struktur bodi, baterai, motor listrik, hingga sistem kontrol elektronik yang mengatur performa mobil secara keseluruhan.

Dalam pemaparannya, Bobby Bharata, Head of Product PT BYD Motor Indonesia mengatakan bahwa platform E3 mencakup teknologi seperti 3 motor independen, rear wheels steering, CTB (cell-to-body) dan VMC (vehicle motion control).

Baca Juga: Booth BYD di IIMS 2026 Jadi Ruang Interaksi Teknologi dan Komunitas

"Apa sih E3? Platform yang digunakan khusus mobil listrik. E3 platform saat ini dipakai pada Denza Z9 GT," kata Bobby di hadapan wartawan yang hadir pada sesi BYD Tech Auto Talk IIMS 2026, Selasa (10/2/2026).

blank

Lebih lanjut, dengan platform E3 yang memiliki chassis baterai cell-to-body (CTB), maka baterai yang berada di dalam platform ini akan meningkatkan torsional rigidity (kekakuan torsi) naik hingga 32 persen.

Dengan torsional rigidity yang meningkat, dampak pada kendaraan antara lain handling lebih presisi, getaran dan noise lebih rendah, stabilitas lebih baik di kecepatan tinggi serta respons suspensi lebih akurat.

Sistem E3 menggunakan tiga motor listrik independen, yakni satu di roda depan dan dua di roda belakang. Konfigurasi tersebut memungkinkan distribusi tenaga yang lebih halus dan responsif saat akselerasi maupun bermanuver.

Baca Juga: Tesla Kehilangan Posisi Produsen Mobil Listrik Terbesar Dunia, BYD Naik Daun

E3 juga didukung teknologi Vehicle Motion Control yang mengatur torsi, pengereman, dan kestabilan secara real-time. Model kendaraan berbasis E3 bahkan dilengkapi rear wheel steering, di mana roda belakang bisa ikut berbelok untuk meningkatkan kelincahan dan memperkecil radius putar.

Sementara itu, platform E4 berada di level yang lebih ekstrem. Sistem ini menggunakan empat motor listrik independen, masing-masing menggerakkan satu roda. Dengan konfigurasi tersebut, kontrol torsi menjadi jauh lebih presisi karena setiap roda bisa diatur secara terpisah.

blank

Teknologi ini memungkinkan manuver unik seperti tank turn atau berputar hampir di tempat. E4 dikembangkan untuk kendaraan berperforma sangat tinggi, termasuk model flagship dan hypercar BYD seperti Yangwang U9.

Fokus utamanya bukan hanya kenyamanan dan stabilitas, tetapi juga akselerasi ekstrem serta kemampuan handling tingkat tinggi.

"E4 platform punya 4 motor. Ada independen motor di setiap bannya (Quad motor), dipakai pada BYD Yangwang U9. E4 lebih advance, untuk trek race ekstrem speed," tutur Bobby.

blank

E4 platform didesain untuk kecepatan tinggi, performa tinggi dengan power 1.300 PS, kemampuan melesat 0 - 100 km/h hanya membutuhkan waktu 2,36 detik atau 0 - 400 meter dengan waktu 9,78 detik.

E4 juga mengusung high performance chassis, kombinasi material ringan dan berkekuatan tinggi untuk menjaga rigiditas sekaligus mengoptimalkan rasio tenaga. Struktur utamanya memanfaatkan aluminium high-strength pada rangka hingga material komposit seperti serat karbon (carbon fiber) yang ringan namun kaku.

Pendekatan ini membuat E4 mampu menangani tenaga besar dengan struktur yang tetap solid, stabil, dan efisien secara performa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top