Kapsultekno.com - Google menghadirkan Doodle spesial pada Minggu (21/6/2026) dengan menampilkan ilustrasi alat musik dangdut, termasuk gendang, tamborin, keyboard, dan mikrofon. Tampilan khusus tersebut dibuat untuk memperingati Hari Musik Sedunia atau World Music Day sekaligus memberikan penghormatan kepada dangdut sebagai salah satu warisan budaya populer Indonesia.
"Doodle hari ini, yang diilustrasikan oleh artis tamu yang berbasis di Jakarta, Ardhira Putra, merayakan Hari Musik Sedunia dengan menghormati Dangdut, Musik Rakyat Indonesia yang semarak dan multi-generasi. Doodle ini menampilkan rebana, gendang drum, keyboard, dan instrumen Dangdut ikonik lainnya," jelas Google.
Pemilihan gambar gendang bukan tanpa alasan. Dalam keterangan resminya, Google menyebutkan bahwa gendang merupakan salah satu instrumen ikonik yang membentuk karakter musik dangdut. Bahkan, nama “dangdut” sendiri berasal dari bunyi khas tabuhan gendang, yakni “dang” dan “dut”.
Oleh karena itu, alat musik tersebut menjadi elemen utama dalam visual Doodle yang muncul pada 21 Juni 2026. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan perayaan Hari Musik Sedunia yang diperingati secara internasional setiap tahun.

"Doodle ini merayakan Dangdut, genre musik rakyat Indonesia yang semarak yang memadukan film Indonesia, India, suara Arab, dan musik Melayu untuk menciptakan ritme khas," kata Google.
Dangdut dikenal sebagai “musik rakyat” Indonesia yang telah dinikmati lintas generasi. Genre ini berkembang sejak dekade 1960-an dan merupakan perpaduan berbagai pengaruh musik, mulai dari Melayu, India, Arab, hingga musik Barat.
Pada era 1970-an, popularitas dangdut semakin melejit berkat musisi legendaris seperti Rhoma Irama. Seiring perkembangan zaman, dangdut terus berevolusi melalui berbagai subgenre seperti dangdut koplo dan popdut yang digemari generasi muda.
Google menilai dangdut memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan masyarakat. Dalam keterangan Doodle tersebut, perusahaan menyebut dangdut sebagai musik yang mampu menghadirkan kebersamaan dan menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia.
Kehadiran Doodle bertema dangdut juga menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap kekayaan musik Nusantara di panggung global.
Google Doodle sendiri merupakan perubahan sementara pada logo Google yang digunakan untuk merayakan peristiwa penting, tokoh berpengaruh, atau hari besar tertentu.
Tradisi ini pertama kali diperkenalkan pada 1998 oleh pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin. Awalnya Doodle hanya berupa gambar sederhana, tetapi seiring waktu berkembang menjadi animasi dan permainan interaktif yang ditampilkan di berbagai negara.
Hingga kini, Google telah merilis lebih dari 5.000 Doodle untuk memperingati beragam momen penting di seluruh dunia.