Konten, Influencer dan Pengalaman Jadi Kunci Pemasaran Digital
Selain harga dan promo, laporan YouGov juga menyoroti pergeseran perilaku konsumen dalam menemukan dan memutuskan pembelian produk. Marketplace tetap menjadi kanal utama, tetapi cara konsumen menemukan produk kini sangat dipengaruhi oleh generasi dan pola konsumsi media digital.
Generasi Z, misalnya, lebih banyak menemukan produk melalui influencer di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Sementara generasi milenial lebih mempercayai review dan ulasan produk, dan generasi X cenderung mengandalkan rekomendasi dari teman atau keluarga.
Baca Juga: Jangan Salah Beli, Ini Cara Bedakan Charger Asli atau Palsu
Perbedaan ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang efektif tidak bisa seragam. Setiap segmen usia membutuhkan pendekatan komunikasi yang disesuaikan dengan preferensi mereka.
Konten Video Punya Pengaruh Besar Terhadap Keputusan Konsumen
Riset juga menunjukkan bahwa konten video online kini berperan besar dalam membentuk keputusan pembelian. Genre seperti hiburan, makanan, dan gaya hidup menjadi konten paling banyak ditonton oleh konsumen Indonesia.
Bagi Gen Z, konten fashion dan kecantikan menjadi daya tarik utama, sedangkan milenial lebih tertarik pada topik bisnis dan keuangan, dan Gen X pada kesehatan dan kebugaran.
Baca Juga: 8 Tips Menghemat Baterai Smartphone saat Traveling
Oleh karena itu, untuk menjangkau konsumen digital masa kini, brand dan pelaku usaha tidak cukup hanya menampilkan katalog produk. Mereka harus menghadirkan cerita, hiburan, dan nilai emosional dalam setiap konten yang mereka buat.
Perubahan perilaku ini membuka peluang besar bagi pelaku UMKM, brand lokal, maupun kreator digital untuk berinovasi. Di tengah pasar yang semakin kompetitif, kekuatan storytelling dan kehadiran digital yang autentik akan menjadi pembeda utama antara brand yang hanya menjual produk dan brand yang benar-benar membangun hubungan dengan konsumennya.

9 thoughts on “Indonesia Jadi Negara Kedua Terbanyak Belanja Online di Dunia”