Kapsultekno.com- IBM, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang hybrid cloud hingga kecerdasan buatan (AI)mengumumkan kolaborasi strategis dengan ARM, perusahaan teknologi di bidang desain arsitektur prosesor (chip) untuk mengembangkan teknologi komputasi enterprise generasi baru.
Kemitraan tersebut difokuskan pada pengembangan perangkat keras dual-arsitektur yang mampu mendukung beban kerja berbasis AI dan data intensif dengan tingkat fleksibilitas, keandalan, serta keamanan yang lebih tinggi.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi IBM dalam memperkuat posisi di era transformasi digital, di mana AI semakin terintegrasi dalam operasional bisnis inti. IBM sebelumnya juga telah mengembangkan berbagai platform perangkat keras seperti prosesor Telum II dan Spyre Accelerator untuk mempercepat adopsi AI dari tahap eksperimen menuju implementasi nyata di lingkungan enterprise.
Melalui kolaborasi ini, IBM menggabungkan keunggulannya dalam desain sistem menyeluruh mulai dari silikon hingga perangkat lunak dan keamanan dengan kekuatan ARM dalam menghadirkan arsitektur hemat energi serta ekosistem perangkat lunak yang luas.
Baca Juga: IBM Dorong Kedaulatan Digital untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan platform komputasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masa depan.
“Seiring dengan perusahaan yang semakin memperluas pemanfaatan AI dan memodernisasi infrastruktur mereka, luasnya ekosistem perangkat lunak ARM memungkinkan berbagai workload dijalankan di lebih banyak jenis platform,” jelas Mohamed Awad, Executive Vice President, Cloud AI Business Unit, ARM.
“Kolaborasi kami dengan IBM melanjutkan perkembangan ini dengan membawa ekosistem ARM ke lingkungan enterprise yang sangat krusial, sekaligus memberikan fleksibilitas lebih bagi organisasi dalam menerapkan dan mengembangkan workload tersebut," tambahnya.
Sementara itu, Tina Tarquinio, Chief Product Officer, IBM Z dan LinuxONE, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang IBM dalam mengantisipasi perubahan kebutuhan industri.
“Kolaborasi ini merupakan kelanjutan alami dari kepemimpinan IBM dalam inovasi perangkat keras dan sistem,” jelas Tina Tarquinio.
“Hal ini mencerminkan pendekatan IBM yang secara konsisten mengantisipasi kebutuhan enterprise jauh sebelum terjadi perubahan besar di pasar, dengan mengembangkan kapabilitas lebih awal agar klien siap menghadapi munculnya workload dan model bisnis baru. Tujuan kami adalah memperluas pilihan perangkat lunak dan meningkatkan kinerja sistem, sambil tetap menjaga keandalan dan keamanan yang diharapkan klien," terangnya.
Baca Juga: Teknologi AI IBM Watsonx Catat Data Penting Selama Pertarungan UFC
Dari sisi analis industri, kolaborasi ini dinilai sebagai langkah penting dalam evolusi infrastruktur enterprise modern.
“Infrastruktur enterprise kini memasuki fase baru, di mana fleksibilitas, kemudahan memindahkan workload, dan luasnya jangkauan ekosistem menjadi sama pentingnya dengan kinerja dan keandalan. Seiring AI dan aplikasi berbasis data intensif terus mengubah kebutuhan, organisasi mencari platform yang dapat berkembang tanpa harus menghadapi kompromi yang mengganggu operasional,” jelas Patrick Moorhead, Founder, CEO, dan Chief Analyst Moor Insights & Strategy.
Kolaborasi IBM dan ARM akan berfokus pada tiga area utama:
1. Virtualisasi dan kompatibilitas perangkat lunak
Kedua perusahaan mengeksplorasi teknologi virtualisasi yang memungkinkan lingkungan berbasis ARM berjalan di platform komputasi enterprise IBM. Hal ini bertujuan memperluas kompatibilitas dan mempermudah pengembangan aplikasi lintas arsitektur.
2. Infrastruktur dengan kinerja tinggi dan keamanan
IBM dan ARM mengembangkan pendekatan baru untuk mendukung kebutuhan ketersediaan tinggi, keamanan, serta kedaulatan data. Fokusnya termasuk kemampuan sistem enterprise dalam menjalankan aplikasi berbasis ARM tanpa mengorbankan standar keandalan.
3. Penguatan ekosistem jangka panjang
Kolaborasi ini juga menargetkan pembangunan lapisan teknologi bersama yang membuka akses ke ekosistem perangkat lunak lebih luas, sekaligus memberikan fleksibilitas dalam adopsi aplikasi dan arsitektur baru.
“Peran IBM dalam membentuk infrastruktur enterprise telah berlangsung selama puluhan tahun, mencerminkan luasnya kapabilitas dan komitmen yang dibutuhkan untuk mendukung workload klien yang paling kompleks dan sensitif,” ujar Christian Jacobi, Chief Technology Officer dan IBM Fellow, IBM Systems Development.
Baca Juga: IBM Sovereign Core Meluncur Perkuat Kedaulatan Digital di Era AI
“Momentum ini menjadi langkah terbaru dalam perjalanan inovasi kami untuk generasi berikutnya dari sistem IBM Z dan LinuxONE, sekaligus menegaskan keunggulan desain sistem yang menyeluruh sebagai salah satu kekuatan utama kami," tuturnya.
Sebagai catatan, IBM menyampaikan bahwa rencana dan arah pengembangan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dinamika bisnis dan teknologi.
