Advertise here · www.kapsultekno.com
Advertise here · www.kapsultekno.com
Honor Gandeng Produsen Peralatan Film ARRI Siap Pamerkan Robot Phone Pekan Depan
Honor resmi bermitra dengan ARRI dan siap memperkenalkan Robot Phone dengan teknologi kamera robotik AI.

Kapsultekno.com - Honor mengumumkan kemitraan strategis global dengan ARRI, perusahaan asal Jerman yang dikenal sebagai salah satu produsen kamera sinema profesional terkemuka di dunia.

Kolaborasi tersebut akan menjadi sorotan utama dalam pengumuman Honor Robot Phone, perangkat smartphone futuristis yang dijadwalkan dipamerkan pada pekan depan bersamaan dengan diperkenalkannya identitas logo baru perusahaan, seperti diberitakan GSMArena. Honor akan menggelar “Imaging Technology Launch Event” yang rencananya digelar pada 28 Juli 2026.

Melalui kemitraan tersebut, Honor ingin menghadirkan pengalaman fotografi dan videografi sinematik di smartphone. ARRI akan menyumbangkan keahlian di bidang color science dan teknologi pencitraan profesional agar hasil rekaman dari Robot Phone memiliki karakter warna yang lebih akurat dan mendekati standar industri perfilman.

Selain mengumumkan kerja sama dengan ARRI, Honor juga memperkenalkan logo baru yang menandai transformasi perusahaan menuju era perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI). Identitas visual baru ini menjadi bagian dari strategi Honor untuk memperluas inovasi AI pada ekosistem produknya, termasuk smartphone generasi berikutnya.

Robot Phone Andalkan Kamera Robotik Berbasis AI

Honor Robot Phone bukan sekadar konsep. Perangkat ini telah beberapa kali dipamerkan di ajang teknologi internasional dan dijadwalkan memasuki tahap peluncuran komersial dalam waktu dekat. Smartphone tersebut bahkan sempat digunakan oleh Eric García, pesepakbola Spanyol yang menjadi juara Piala Dunia setelah menekuk Argentina dengan skor 1-0.

Smartphone tersebut mengusung modul kamera robotik yang dapat bergerak secara mekanis menggunakan sistem gimbal mini empat derajat kebebasan (4DoF).

blank

Teknologi tersebut memungkinkan kamera mengikuti pergerakan objek secara otomatis menggunakan AI, menghasilkan stabilisasi video yang lebih baik dibanding kamera smartphone konvensional. Kamera juga dapat melakukan gerakan seperti mengangguk, menggeleng, hingga "menari" mengikuti musik sebagai bagian dari interaksi AI yang dirancang lebih ekspresif.

Honor menyebut Robot Phone sebagai "spesies baru smartphone" yang menggabungkan kecerdasan buatan, interaksi AI yang lebih alami, dan pengalaman pencitraan sinematik. Perusahaan menegaskan bahwa perangkat tersebut bukan lagi sekadar purwarupa, melainkan produk nyata yang siap dipasarkan.

Meski Honor belum mengungkap spesifikasi lengkap maupun harga resminya, sejumlah laporan menyebut Robot Phone dibekali chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5, baterai sekitar 6.000 mAh, serta sistem kamera beresolusi tinggi yang mengandalkan sensor utama 200 MP dan teknologi AI tracking. Namun seluruh spesifikasi tersebut masih menunggu konfirmasi resmi saat peluncuran.

Kolaborasi dengan ARRI memperlihatkan semakin ketatnya persaingan produsen smartphone dalam menghadirkan kualitas kamera profesional melalui kerja sama dengan perusahaan pencitraan ternama. Sebelumnya, industri telah mengenal kolaborasi seperti Leica dengan Xiaomi dan Huawei, Hasselblad dengan OPPO serta OnePlus, hingga Zeiss bersama Vivo.

Sekadar informasi, Honor adalah merek teknologi asal Tiongkok yang dikenal sebagai produsen smartphone, tablet, laptop, smartwatch, earbuds, dan perangkat Internet of Things (IoT). Awalnya, Honor merupakan sub-brand dari Huawei yang ditujukan untuk menyasar konsumen muda dengan produk berkualitas namun berharga lebih terjangkau.

Honor didirikan pada 16 Desember 2013 oleh Huawei. Pada masa awalnya, Honor berfokus pada penjualan secara online dengan strategi harga yang kompetitif. Dalam waktu singkat, merek ini berkembang pesat dan mulai memperluas pemasaran ke berbagai negara di Asia, Eropa, hingga Amerika Latin.

Perubahan terbesar terjadi pada November 2020, ketika Huawei menjual bisnis Honor kepada konsorsium Shenzhen Zhixin New Information Technology Co., Ltd. Langkah tersebut diambil agar Honor dapat tetap memperoleh akses ke teknologi, pemasok chip, serta layanan Google yang sebelumnya terdampak sanksi perdagangan Amerika Serikat terhadap Huawei.

Sejak menjadi perusahaan independen, Honor kembali menggunakan Android lengkap dengan Google Mobile Services (GMS) untuk pasar global. Perusahaan juga memperluas portofolio produknya ke segmen premium melalui seri Magic, termasuk ponsel lipat dan perangkat berbasis AI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top