Kapsultekno.com – Sejak perusahaan teknologi global berlomba-lomba membangun infrastruktur AI, beberapa produsen semikonduktor mengerahkan fokus mereka pada produksi chip berperforma tinggi untuk AI. Hal ini menyebabkan pasokan chip maupun RAM untuk perangkat consumer mengalami kelangkaan.
Situasi krisis chip memori tersebut mulai muncul sejak 2024 hingga saat ini, di mana terjadi lonjakan kenaikan harga memori (RAM) dan perangkat penyimpanan SSD di pasaran. Ada prediksi yang menyebutkan bahwa kenaikan harga RAM ini akan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan.
Akan tetapi, secercah harapan dari pengamat atau tipster teknologi Yogesh Brar, menilai pasar semikonduktor berpotensi mengalami kelebihan pasokan mulai 2027. Jika benar terjadi, harga chip memori diperkirakan menurun sehingga produsen smartphone, termasuk Apple dan Samsung, memiliki ruang untuk menekan harga perangkat mereka.
Menurut Yogesh Brar, kelangkaan chip memori yang saat ini terjadi diperkirakan masih berlangsung hingga kuartal pertama 2028. Namun, kondisi tersebut dapat berubah apabila produsen chip asal China seperti CXMT (ChangXin Memory Technologies) dan YMTC (Yangtze Memory Technologies) berhasil meningkatkan produksi secara besar-besaran pada 2027 sehingga pasokan global kembali melimpah.
Jika skenario tersebut terwujud, biaya produksi smartphone berpotensi turun karena harga komponen memori menjadi lebih murah. Dampaknya, produsen tidak perlu lagi menaikkan harga ponsel setiap tahun seperti yang terjadi belakangan ini.
iPhone 20 Berpeluang Dipasarkan dengan Harga Lebih Kompetitif
PhoneArena menilai kondisi tersebut jika benar sesuai prediksi Yogesh Brar, maka hal ini bisa menjadi momentum khususnya bagi Apple menjelang peluncuran iPhone 20, yang diperkirakan hadir pada 2027 sebagai model peringatan 20 tahun usia iPhone.
Apabila prediksi Yogesh benar, maka Apple berpotensi tidak akan menaikkan harga iPhone 20, atau bahkan membanderolnya lebih kompetitif dibanding yang diperkirakan.
Sebelumnya, berbagai laporan menyebut keluarga iPhone 18 berpotensi mengalami kenaikan harga karena meningkatnya biaya komponen. Jika Apple sudah lebih dulu menaikkan harga pada 2026, perusahaan asal Cupertino itu bisa memilih mempertahankan harga iPhone 20 di level yang sama sebagai strategi pemasaran untuk menarik minat konsumen.
Meski demikian, belum ada jaminan Apple benar-benar akan memangkas atau menahan harga perangkatnya. Sebab, perusahaan juga dikenal memiliki strategi harga yang mempertimbangkan posisi produk premium, biaya riset dan pengembangan, hingga kondisi ekonomi global.
Perlu dicatat, prediksi Yogesh Brar masih berupa spekulasi dan belum didukung konfirmasi dari Apple maupun pemasok komponennya. Selain pasokan chip memori, harga smartphone juga dipengaruhi berbagai faktor lain seperti inflasi, tarif perdagangan, biaya manufaktur, nilai tukar mata uang, serta permintaan pasar.
Di sisi lain, sejumlah rumor menyebut iPhone 20 akan membawa perubahan desain terbesar sejak iPhone X, termasuk layar lebih besar, bezel yang semakin tipis, teknologi Face ID di bawah layar, hingga chipset generasi baru berbasis proses fabrikasi 2 nanometer.
