Advertise here · www.kapsultekno.com
Advertise here · www.kapsultekno.com
Google Doodle Turut Rayakan Kemenangan Spanyol Atas Argentina dalam Piala Dunia 2026
Google Doodle merayakan kemenangan Spanyol di final Piala Dunia 2026, disertai kisah unik Messi, Yamal, dan sejarah Doodle Google.

Kapsultekno.com - Piala Dunia 2026 telah berakhir usai Spanyol mengalahkan Argentina pada babak final di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat pada Senin (20/7/2026). Spanyol unggul 1-0 dalam pertandingan tersebut, membawa negara tersebut menjadi juara Piala Dunia untuk keduanya kalinya sejak 2010.

Event olahraga sepak bola empat tahunan tersebut juga dirayakan melalui tampilan Google Doodle hari ini. Jika kamu mengakses www.google.com, maka logo Google akan muncul dalam animasi bola yang bergerak ke arah kanan, diikuti dengan huruf "O" yang tampil secara beruntun mengikuti pergerakan bola.

Jika kamu mengklik animasi tersebut, maka kamu akan dibawa ke halaman pencarian FIFA World Cup 2026, di mana Spanyol memenangkan Piala Dunia 2026. Doodle ini menjadi penutup dari rangkaian panjang ilustrasi bertema turnamen World Cup sejak Juni lalu yang rutin menghiasi mesin pencari tersebut.

blank

Jalannya Pertandingan Final Spanyol Vs Argentina

Laga final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium pada Senin dini hari waktu Indonesia mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia. Argentina, sang juara bertahan, melaju ke final setelah menyingkirkan Inggris di semifinal, sementara Spanyol memastikan tiket final usai mengalahkan Prancis.

Pertandingan berjalan sengit dan didominasi oleh Spanyol yang tampil dengan penguasaan bola serta sirkulasi permainan khas mereka, sementara Argentina lebih banyak bertahan menunggu momentum serangan balik.

Skor kacamata bertahan hingga peluit babak kedua berbunyi, membuat laga harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Di momen krusial itulah Spanyol akhirnya memecah kebuntuan lewat gol Ferran Torres, membawa La Roja menutup turnamen dengan kemenangan tipis 1-0 atas Argentina dan mengangkat trofi Piala Dunia.

Kisah Unik di Balik Duel Messi dan Yamal

Salah satu daya tarik terbesar dari final ini bukan semata soal perebutan trofi, melainkan pertemuan dua bintang lintas generasi asal akademi La Masia, Barcelona, yaitu Lionel Messi dan Lamine Yamal. Keduanya tampil membela negara yang berbeda, namun memiliki ikatan yang jauh lebih personal.

Kisah ini bermula hampir dua dekade lalu, tepatnya pada 2007, ketika Messi yang saat itu masih berusia sekitar 20 tahun mengikuti sesi foto amal bersama UNICEF. Dalam salah satu potret yang kini kembali viral, terlihat Messi memandikan seorang bayi berusia sekitar enam bulan di dalam bak plastik biru di Camp Nou. Bayi itu tak lain adalah Lamine Yamal.

blank
Lionel Messi memandikan bayi Lamine Yamal pada 2007 (Foto: Unicefusa)

Foto lawas tersebut kembali ramai dibicarakan publik menjelang final, dan oleh banyak pihak dianggap sebagai momen simbolis. Uniknya, meski nama keduanya kerap disandingkan sebagai simbol pergantian generasi Barcelona, final Piala Dunia 2026 justru menjadi pertemuan pertama Messi dan Yamal secara langsung di atas lapangan sebagai lawan.

Menariknya lagi, Messi bukan satu-satunya pemain Argentina dengan ikatan La Masia. Dari skuad Spanyol tercatat delapan pemain merupakan jebolan akademi yang sama dengan Messi, termasuk Yamal, Dani Olmo hingga Gavi, sehingga total ada sembilan alumni La Masia yang bertanding di final tersebut.

Messi pun praktis berdiri sendirian sebagai satu-satunya wakil akademi itu di kubu Argentina, berhadapan dengan generasi baru yang tumbuh dari tempat yang sama, yang pernah membesarkannya.

Bagi Messi sendiri, final ini mencatatkan sejumlah rekor pribadi. Di usia 39 tahun, ini merupakan final ketiganya bersama Argentina setelah 2014 dan 2022, sekaligus menjadikannya pemain pertama dalam sejarah yang tampil di enam edisi Piala Dunia (tahun 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026).

Sepanjang perjalanan menuju final, kapten Argentina itu juga mencatatkan sejumlah rekor gol dan penampilan terbanyak.

Sekilas Sejarah Google Doodle

Tradisi Google menghiasi logonya dengan ilustrasi khusus ini sebenarnya sudah berlangsung sejak sebelum perusahaan tersebut resmi berdiri. Cikal bakalnya muncul pada 30 Agustus 1998, ketika dua pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, iseng menambahkan gambar stick figure di belakang huruf "o" kedua pada logo Google sebagai tanda bahwa keduanya sedang tidak berada di kantor karena menghadiri Festival Burning Man di Nevada.

blank

Sejak momen sederhana itu, ide menghias logo untuk merayakan momen penting terus berkembang, hingga akhirnya Google menunjuk Dennis Hwang, yang saat itu masih menjadi karyawan magang, sebagai perancang doodle pertama mereka.

Sejak saat itu, Google Doodle berkembang jauh melampaui sekadar gambar statis. Kini Doodle hadir dalam berbagai format mulai dari ilustrasi diam, animasi, slide show, video, hingga permainan interaktif, dan telah tampil lebih dari beberapa ribu kali untuk merayakan beragam momen mulai dari hari besar nasional dan internasional, ulang tahun tokoh berpengaruh, pencapaian ilmiah, hingga ajang olahraga akbar seperti Piala Dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top