Advertise here · www.kapsultekno.com
Advertise here · www.kapsultekno.com
Drone Berbasis AI Bisa Terbang Otonom untuk Basmi Nyamuk, Ini Fiturnya
Startup Tornyol membuka preorder drone AI pemburu nyamuk yang diklaim mampu mendeteksi dan membasmi nyamuk secara otomatis.

Kapsultekno.com - Startup teknologi asal San Francisco, Tornyol memperkenalkan sebuah drone mikro berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk memburu dan membasmi nyamuk secara otomatis.

Perangkat tersebut kini telah memasuki tahap preorder dengan target peluncuran komersial di Amerika Serikat (AS) pada 2027, dikutip dari TechRadar.

Pengguna di AS dapat memesannya saat ini dengan deposit USD100 yang nantinya dapat dikembalikan. Setelah drone siap dikirim, pengguna akan diberikan pilihan antara berlangganan bulanan USD50 atau pembayaran satu kali sebesar USD1.100 atau sekitar Rp19,7 jutaan untuk memiliki perangkat keras tersebut sepenuhnya.

Peluncuran di AS ditargetkan pada 2027, tetapi ketersediaan di tempat lain masih belum pasti, menunggu persetujuan peraturan drone dan pengendalian hama wilayah setempat.

blank
Drone pemburu nyamuk (Foto: Tornyol)

Berbeda dengan metode pengendalian nyamuk konvensional seperti obat semprot, raket listrik, atau lilin serai, drone ini dikembangkan agar dapat berpatroli secara mandiri di area terbuka dan menghancurkan nyamuk saat masih terbang di udara.

Drone Dibekali Teknologi Sonar dan AI untuk Mengenali Nyamuk

Teknologi yang digunakan Tornyol cukup berbeda dibandingkan drone pada umumnya. Alih-alih memakai kamera sebagai sensor utama, drone ini memanfaatkan ultrasonic phased-array sonar, dipadukan dengan mikrofon kelas smartphone dan perangkat lunak pemrosesan sinyal khusus.

Sistem tersebut mendengarkan frekuensi kepakan sayap serangga untuk mengidentifikasi apakah target merupakan nyamuk atau serangga lain seperti lebah. Setelah target dipastikan sebagai nyamuk, drone akan mengejar dan menghancurkannya menggunakan baling-baling yang berputar cepat.

Basis pengisian dayanya juga dilengkapi 380 mikrofon yang mampu melacak target secara real-time hingga jarak sekitar delapan meter. Ke depannya, kemampuan pendeteksian tersebut direncanakan akan dipindahkan langsung ke drone sehingga tidak lagi bergantung pada stasiun pangkalan.

Drone mikro Tornyol memiliki bobot sekitar 40 gram. Dalam sekali terbang, perangkat mampu beroperasi sekitar lima menit sebelum kembali ke stasiun pengisian daya. Proses pengisian ulang baterai diklaim membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Alih-alih terus melayang di udara, sistem dirancang bekerja secara bergantian. Drone akan melakukan patroli singkat, kembali mengisi daya, lalu digantikan unit lain sehingga area tetap terlindungi.

Satu unit diklaim dapat mengawasi area hingga lima acre atau lebih dari 20.000 meter persegi. Perusahaan juga menyebut ukuran drone yang kecil serta baling-baling yang terlindungi membuatnya relatif aman digunakan di sekitar keluarga maupun hewan peliharaan.

Drone AI Bantu Pengendalian Penyakit

Tornyol menilai teknologi ini tidak hanya menawarkan kenyamanan bagi pemilik rumah, tetapi juga berpotensi mendukung kesehatan masyarakat. Nyamuk merupakan vektor berbagai penyakit berbahaya seperti malaria, demam berdarah (dengue), Zika, chikungunya hingga yellow fever.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama bertahun-tahun memperkirakan penyakit yang ditularkan nyamuk menyebabkan sekitar 700.000 kematian setiap tahun di seluruh dunia. Tornyol meyakini pendekatan berbasis drone dapat menekan biaya pengendalian nyamuk secara signifikan dibandingkan metode konvensional.

Sebelumnya, perusahaan juga mengumumkan keberhasilan uji coba pertama ketika drone otonom berhasil mendeteksi, mengejar dan menabrak seekor ngengat yang sedang terbang, tanpa kendali langsung dari manusia.

Pencapaian tersebut disebut sebagai langkah awal menuju pengembangan armada drone pemburu nyamuk yang lebih canggih.

Meski menjanjikan solusi baru dalam pengendalian nyamuk, kehadiran drone otonom ini juga memunculkan berbagai pertanyaan. Dalam ulasannya, TechRadar menyoroti bahwa teknologi AI yang mampu mengidentifikasi target hidup dan menyerangnya secara otomatis tetap membutuhkan pengawasan serta batasan penggunaan yang jelas.

Kekhawatiran muncul mengenai kemungkinan teknologi serupa dikembangkan untuk fungsi lain di masa depan apabila kemampuan AI dan sistem pendeteksiannya terus berkembang.

Saat ini, Tornyol masih berada pada tahap pengembangan produk. Efektivitasnya dalam penggunaan skala besar maupun dampaknya terhadap lingkungan masih perlu dibuktikan melalui pengujian lebih lanjut sebelum benar-benar digunakan secara luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top