Kapsultekno.com - Permintaan besar terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) kini mulai berdampak langsung pada industri smartphone global. Laporan dari Counterpoint Research menyebutkan bahwa kelangkaan chip, khususnya memori, berpotensi mendorong kenaikan harga smartphone pada 2026.
Fenomena ini dipicu oleh pergeseran pasokan chip ke kebutuhan pusat data AI yang terus berkembang pesat, sehingga mengurangi ketersediaan untuk perangkat konsumen. Akibatnya, produsen smartphone menghadapi tekanan biaya yang semakin tinggi dan kemungkinan besar akan meneruskan beban tersebut ke konsumen.
Harga Smartphone Naik Bertahap, Bisa Capai 25%
Berdasarkan laporan Counterpoint Research, harga rata-rata smartphone global diperkirakan naik sekitar 6,9% pada 2026, hampir dua kali lipat dari proyeksi sebelumnya.
Baca Juga: HONOR X7d dan X6c Resmi Meluncur di Indonesia, Ini Fitur dan Harganya
Sementara itu, data tambahan dari TipRanks menunjukkan dampak yang lebih terasa di lapangan. Di sejumlah pasar global, harga smartphone sudah naik sekitar 10% hingga 25% akibat lonjakan biaya komponen, terutama memori.

Kenaikan ini tidak merata. Smartphone kelas entry-level diprediksi paling terdampak karena komponen memori mengambil porsi biaya yang lebih besar dibandingkan perangkat premium.
“Apple dan Samsung berada di posisi terbaik untuk melewati beberapa kuartal berikutnya. Tetapi akan sulit bagi perusahaan lain yang tidak memiliki banyak ruang gerak untuk mengelola pangsa pasar versus margin keuntungan," jelas MS Hwang, direktur riset di Counterpoint.
Baca Juga: 5 Smartphone Terbaik dengan Fitur Kamera Canggih di 2026
Hwang mengatakan ini akan “terutama terjadi” pada produsen ponsel pintar Tiongkok yang berada di segmen pasar menengah hingga bawah.
Counterpoint mengatakan beberapa perusahaan mungkin menurunkan kualitas komponen seperti modul kamera, layar, dan bahkan audio, serta menggunakan kembali komponen lama. Para pemain ponsel pintar kemungkinan akan mencoba memberi insentif kepada konsumen untuk membeli perangkat mereka yang lebih mahal.
Counterpoint juga memperkirakan pengiriman smartphone global bisa turun sekitar 2,1% pada 2026, berbalik dari prediksi sebelumnya yang lebih optimistis.
Krisis Memori akibat AI Jadi Pemicu Utama
Akar utama masalah ini adalah meningkatnya kebutuhan memori untuk infrastruktur AI. Perusahaan teknologi besar kini menyerap sebagian besar pasokan DRAM dan NAND untuk pusat data, sehingga pasokan untuk industri smartphone semakin terbatas.

Baca Juga: Samsung Galaxy A07 5G, Smartphone Rp2 Jutaan Dilengkapi Fitur AI
Seperti diketahui, pembangunan pusat data yang berkelanjutan secara global telah meningkatkan permintaan untuk sistem yang dikembangkan oleh Nvidia, yang pada gilirannya menggunakan komponen yang dirancang oleh SK Hynix dan Samsung (dua pemasok terbesar chip memori).
Kondisi ini membuat harga memori diperkirakan masih akan terus naik. Counterpoint mencatat bahwa harga chip memori bisa meningkat hingga 40% pada pertengahan 2026, yang berimbas pada kenaikan biaya produksi smartphone sekitar 8% hingga lebih dari 15%, menurut Counterpoint Research.
Data lain juga menunjukkan bahwa harga DRAM mobile telah melonjak lebih dari 70% sejak awal 2025, sementara harga NAND hampir dua kali lipat dalam periode yang sama, dikutip dari TipRanks.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Smartphone Terbaik Harga Rp3 Jutaan untuk Kreator Konten
Kondisi ini diperparah oleh pergeseran industri semikonduktor yang lebih memprioritaskan produksi chip bernilai tinggi untuk AI dibandingkan perangkat konsumen. Akibatnya, terjadi ketimpangan pasokan yang memicu kenaikan harga di berbagai sektor teknologi.