Kapsultekno.com - Teknologi kendaraan listrik(EV) terus berkembang pesat. Menurut analis industri, fase terobosan berikutnya bukan lagi soal mobil itu sendiri, melainkan terobosan yang terletak pada inovasi baterai, yang akan menentukan masa depan kendaraan listrik.
Seperti diketahui, selama ini pabrikan berlomba menghadirkan model EV terbaru dan baterai dengan kapasitas lebih besar. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa biaya baterai tetap menjadi hambatan utama penurunan harga mobil listrik.
Dalam laporan TechSpot, baterai menyumbang sekitar 40% dari total biaya sebuah EV. Dari biaya baterai itu, sekitar 70% digunakan untuk bahan baku seperti lithium, nikel, dan grafit, sementara 30% sisanya berasal dari proses pembuatannya di pabrik.
Baca Juga: Tesla Kehilangan Posisi Produsen Mobil Listrik Terbesar Dunia, BYD Naik Daun
Biaya baterai tampaknya akan tetap tinggi sebab proses pembuatan baterai saat ini bergantung pada metode “wet-coating” klasik yang menggunakan bahan kimia beracun dan oven besar yang butuh energi tinggi untuk mengeringkan lapisan elektroda.

Para analis mengatakan bahwa efisiensi, daya produksi, dan biaya adalah faktor penentu siapa yang akan memenangkan persaingan EV secara global. Hal ini bukan lagi soal mobil tercepat atau dengan fitur terkini, tetapi siapa yang bisa membangun pabrik baterai paling efisien.
Perhatian kini beralih ke teknologi dry electrode (elektroda tanpa larutan) yang dapat menghilangkan penggunaan solvent (pelarut), mengurangi energi yang dibutuhkan untuk produksi, serta mengecilkan ukuran pabrik.
Baca Juga: Hentikan Insentif Mobil Listrik Impor, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru di 2026
TechSpot menyoroti sejumlah perusahaan yang sedang mengembangkan berbagai pendekatan untuk proses tanpa oven dan pelarut, yang diyakini dapat memotong biaya produksi hingga puluhan persen dan mengurangi jejak karbon pabrik secara signifikan.
Inovasi semacam ini membuka peluang bagi pabrik baterai untuk menjadi lebih modular dan lebih dekat dengan fasilitas perakitan mobil, sehingga mempercepat rantai pasok EV secara global.
Analisis menyebut pendekatan ini bukan sekadar konsep, tetapi taruhan besar industri pada masa depan EV yang terjangkau dan skala massal.