Kapsultekno.com - Sejak Agustus 2020, Apple dan Epic Games (pengembang game Fortnite) berseteru lantaran Epic secara sengaja menambahkan sistem pembayaran langsung di dalam game Fortnite.
Langkah Epic tersebut memungkinkan pemain membeli item tanpa melalui sistem pembayaran App Store, sehingga menghindari potongan komisi hingga 30% yang biasanya dikenakan oleh Apple.
Tindakan Epic melanggar aturan App Store, dan hanya dalam hitungan jam Apple langsung menghapus Fortnite dari platformnya. Epic tidak tinggal diam, mengetahui Fortnite dihapus dari App Store, Epic menggugat Apple dengan tuduhan praktik monopoli pada 13 Agustus 2020.
Baca Juga: 50 Tahun Usia Apple, Raksasa Teknologi yang Merevolusi Musik Digital
Gugatan tersebut diajukan di pengadilan federal AS dan menjadi titik awal konflik hukum yang menempuh proses panjang. Pada 28 September 2020, hakim mengizinkan Unreal Engine (mesin game yang dikembangkan Epic Games) tetap berjalan di iOS, tetapi Fortnite tetap diblokir.
Konflik terus berlanjut sampai sidang besar Apple vs Epic di pengadilan California pada Mei 2021. Ketika itu, CEO Epic, Tim Sweeney, dan CEO Apple, Tim Cook, memberikan kesaksian.

Pada 10 September 2021, putusan awal keluar, di mana Apple tidak dianggap monopoli, tetapi harus mengizinkan developer mengarahkan pengguna ke pembayaran eksternal atau di luar App Store. Aturan ini menjadi titik krusial karena berpotensi mengurangi kontrol Apple atas sistem transaksi di ekosistem iOS.
Akan tetapi, dalam implementasinya, Apple tetap memberlakukan kebijakan baru yang dinilai kontroversial, termasuk mengenakan komisi hingga sekitar 27% untuk transaksi yang dilakukan di luar sistem App Store.
Kebijakan ini memicu kritik dari Epic dan banyak pengembang lain karena dianggap tidak sejalan dengan semangat putusan pengadilan. Epic pun terus mengajukan keberatan dan mendorong penegakan aturan yang lebih tegas.

Baca Juga: Apple Umumkan WWDC 2026, Fokus Besar pada AI dan Update Sistem Operasi
Di tengah situasi ini, Apple kemudian mengajukan permintaan “stay” untuk menunda dampak penuh dari perubahan tersebut, yang akhirnya kembali memicu babak baru dalam perseteruan panjang kedua perusahaan.
Terkini, pertarungan hukum antara Apple dan Epic Games kembali memanas. Kedua pihak kini berselisih terkait keputusan “stay” atau penangguhan putusan pengadilan dalam kasus aturan pembayaran di App Store.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa kedua perusahaan telah mengajukan permintaan baru kepada pengadilan mengenai apakah penangguhan tersebut harus dipertahankan atau dicabut, dikutip dari 9to5Mac.
Apple sebelumnya meminta pengadilan untuk menangguhkan penerapan putusan yang membatasi kebijakannya terkait biaya pembayaran eksternal. Permintaan tersebut dikabulkan sementara oleh pengadilan banding, namun langsung ditentang oleh Epic.

Epic menilai langkah tersebut hanyalah taktik untuk menunda perubahan besar dalam ekosistem App Store. Dalam pernyataannya, Epic menegaskan bahwa upaya Apple “hanya tentang penundaan".
Baca Juga: Riot Games Ungkap Update Besar-Besaran Game League of Legends
Perselisihan ini berpotensi membawa dampak signifikan terhadap model bisnis App Store yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama Apple. Jika pengadilan akhirnya memutuskan membatasi komisi atau aturan pembayaran, maka ekosistem distribusi aplikasi bisa berubah drastis.
Apple berargumen bahwa biaya yang dikenakan bukan sekadar untuk pemrosesan pembayaran, melainkan mencakup layanan seperti distribusi aplikasi, keamanan, dan alat pengembang. Di sisi lain, Epic dan sejumlah pengembang menilai biaya tersebut terlalu tinggi dan menghambat persaingan.