Kapsultekno.com - Apple semakin dekat dengan peluncuran ponsel layar lipat pertamanya, iPhone Fold, dan laporan terbaru mengungkap strategi perusahaan untuk menangani salah satu tantangan terbesar perangkat lipat.
Tantangan tersebut yakni ketahanan layar. Menurut laporan dari The Elec yang dikutip dalam artikel Stuff.tv, Apple berencana menggunakan pelindung layar bawaan (built-in screen protector) yang kuat untuk meningkatkan daya tahan tampilan lipatnya dibandingkan yang ada di ponsel lipat pesaing seperti Samsung.
Laporan itu menyebut bahwa Apple sedang mempertimbangkan kombinasi bahan seperti PET (polyethylene terephthalate) film yang umum dan film PI (polyimide) transparan yang lebih keras dan tahan gores. Strategi ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah umum pada layar lipat.
Seperti diketahui, layar lipat rentan terhadap goresan dan tekanan saat dilipat karena tanpa mengandalkan pelindung layar aftermarket yang sulit dipasang pada layar jenis ini.
“Film PI transparan lebih mahal daripada film PET, tetapi kekerasan permukaannya yang lebih tinggi membuatnya lebih tahan gores," menurut sumber industri.
Baca Juga: 5 Produk Baru Apple yang Akan Upgrade ke Layar OLED, Ini Daftarnya
Dengan pelindung layar built-in, Apple berharap tidak mengulangi masalah awal yang dialami beberapa ponsel lipat lain, seperti layar yang mudah tergores atau rusak di bagian lipatan.
Dibandingkan dengan Foldable Lain, Apple Fokus pada Ketahanan
Perangkat lipat menghadirkan tantangan teknis yang tidak dihadapi ponsel konvensional, termasuk sambungan engsel yang kompleks dan risiko masuknya debu antar sisi layar ketika dilipat.

Apple tampaknya ingin mengatasinya sejak awal dengan memastikan lapisan pelindung layar bawaan lebih tebal dan tahan gores dari solusi yang sebelumnya digunakan oleh Samsung, misalnya pada Galaxy Z Fold 7.
Saat ini, banyak ponsel lipat memakai PET sebagai pelindung permukaan karena fleksibilitasnya, tetapi PI film yang dipertimbangkan Apple menawarkan kekerasan permukaan lebih tinggi dan kemampuan tahan gores yang dinilai lebih baik, meskipun biaya produksinya lebih tinggi.