TERBARU
Memuat berita terbaru...
Analis Jelaskan Dampak Jika Apple iPhone Bebas TKDN di Indonesia
Pembebasan TKDN untuk produsen ponsel AS yakni Apple dengan produk iPhone dinilai akan melahirkan distorsi pasar.

Kapsultekno.com - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menyepakati perjanjian dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani pada 19 Februari 2026. Perjanjian ini membawa manfaat bagi Indonesia antara lain peningkatan daya saing produk ekspor Indonesia serta peningkatan investasi, lalu bagaimana dengan produk konsumen seperti iPhone buatan Apple di pasar Indonesia?

Dalam Frequently Asked Questions mengenai Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia - Amerika Serikat yang dirilis dalam website resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, poin 17 menjelaskan tentang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Kebijakan TKDN tetap berlaku dan diterapkan dalam konteks pengadaan pemerintah. Artinya, ketentuan TKDN terkait proyek atau merupakan belanja pemerintah, bukan seluruh barang yang beredar di pasar. Hal ini diberlakukan sebagai upaya mempromosikan penggunaan produk buatan Indonesia," tulis penjelasan dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian.

Baris kedua dari poin 17 tersebut mengungkap, "Sedangkan barang yang dijual secara komersial di pasar nasional, maupun langsung ke konsumen, pada prinsipnya tidak dipersyaratkan TKDN secara umum".

Jika benar kesepakatan dagang ini akan membebaskan TKDN untuk semua produk dari perusahaan AS, maka raksasa ponsel seperti Apple dengan iPhone bisa rilis di Indonesia lebih cepat sesuai dengan peluncuran globalnya. Google dengan ponsel Pixel juga bisa menerima kesempatan serupa dengan Apple.

Sekadar informasi, iPhone sempat menghadapi masalah TKDN untuk seri iPhone 16, yang membuat kehadiran ponsel ini di Indonesia sempat terhambat. Google Pixel pun tidak bisa dipasarkan di Indonesia karena masalah TKDN.

Pembebasan TKDN untuk perusahaan ponsel asal AS dinilai akan melahirkan distorsi pasar dan ketimpangan daya saing. Pengamat dan Analis Pasar Smartphone di Indonesia, Aryo Meidianto mengungkap bila kebijakan ini benar-benar diterapkan, maka akan mengganggu aturan baku yang sudah ada.

"Akan ada ketimpangan kebijakan antara vendor AS dan non-AS pastinya. Vendor non-AS sudah dituntut untuk memenuhi aturan TKDN melalui skema investasi baik fisik berupa pabrik atau skema software," jelas Aryo kepada Kapsultekno.com melalui pesan singkat.

Aryo menjelaskan bahwa investasi pabrik yang sudah dilakukan oleh produsen ponsel turut membangunkan ekosistem industri pendukung, seperti beberapa bagian perangkat seperti adapter, kabel, casing hingga baterai yang mulai diproduksi di dalam negeri.

"Mereka (produsen ponsel non-AS) selama ini telah berinvestasi besar-besaran untuk membangun fasilitas produksi dan memenuhi rantai pasok lokal demi mengejar angka TKDN. Mereka telah mematuhi aturan main yang selama ini menjadi syarat mutlak untuk bisa berjualan di Indonesia," tegas Aryo.

Oleh karena itu, jika "karpet merah" hanya diberikan untuk produsen ponsel AS (karena mereka bebas dari TKDN), maka akan terjadi ketimpangan daya saing. Menurut Aryo, produsen non-AS tetap harus menanggung beban biaya produksi lokal, sementara pesaing AS bisa masuk dengan produk impor utuh tanpa beban tambahan.

"Hal ini berpotensi menimbulkan unfair competition yang bisa saja menurunkan minat investasi jangka panjang," kata Aryo.

Ia mengingatkan bahwa industri smartphone di Indonesia dan rantai pasoknya sudah terbentuk semenjak aturan TKDN ditegakkan. "Nah sekarang, rantai pasoknya ini akan dikemanakan nantinya? tentunya vendor non-AS akan memikirnya meminta pertimbangan yang sama dengan vendor AS," tutur Aryo.

Lebih lanjut Aryo mengatakan, aturan TKDN yang sudah ada sebelumnya dan dipatuhi oleh brand smartphone global membuat Indonesia tidak hanya sekadar market saja, melainkan turut andil dalam bidang manufaktur.

Sekadar informasi, sebelum Apple merilis iPhone 18 Series pada September 2026, perusahaan telah meluncurkan iPhone 17 Series yang resmi hadir di Indonesia pada 17 Oktober 2025 setelah sebelumnya diluncurkan secara global di Amerika Serikat pada 9 September 2025.

Acara peluncuran diadakan serentak di dua lokasi di Jakarta, yakni The Spark, Senayan City oleh iBox, dan Hotel Pullman, Menteng oleh Blibli. Ini tercatat sebagai salah satu rekor kehadiran iPhone tercepat di Indonesia.

Ada empat varian iPhone baru yang tersedia, masing-masing adalah iPhone 17, iPhone Air, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max. iPhone Air merupakan pendatang baru yang menggantikan posisi seri "Plus" sebelumnya, dengan desain paling ramping hanya 5,6 mm tebal dan bobot 165 gram, menjadikannya iPhone tertipis sepanjang sejarah Apple.

Harga iPhone 17 Series sudah mengalami beberapa kali penyesuaian sejak rilis. Berikut harga resmi per pertengahan Juni 2026 berdasarkan data iBox. Mulai dari iPhone 17 (basic) tersedia dalam dua pilihan kapasitas, yakni 256 GB seharga Rp17.999.000 dan 512 GB seharga Rp22.749.000. iPhone 17 Air justru dibanderol lebih terjangkau dari model standar, mulai dari Rp16.999.000 untuk 256 GB, Rp21.749.000 untuk 512 GB, dan Rp25.999.000 untuk 1 TB.

Sedangkan iPhone 17 Pro hadir mulai Rp23.999.000 (256 GB), Rp28.499.000 (512 GB), hingga Rp33.249.000 (1 TB). Sementara iPhone 17 Pro Max sebagai varian teratas dimulai dari Rp26.249.000 (256 GB), Rp30.749.000 (512 GB), Rp35.499.000 (1 TB), hingga Rp44.499.000 untuk kapasitas tertinggi 2 TB.

iPhone 17 Series bisa dipesan melalui distributor resmi Apple Indonesia seperti iBox, Digimap, Blibli, Eraspace, dan Erafone. Untuk pembelian online, Blibli dan iBox (ibox.co.id) adalah pilihan utama dengan garansi resmi Apple Indonesia.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *