Kapsultekno.com- Telkomsel melalui unit bisnisnya, Telkomsel Enterprise, baru-baru ini merilis whitepaper bertajuk “DigiAds Ramadan Insight 2026: Weaving Threads of Impact to Win Ramadan”.
Dokumen tersebut berisi data dan wawasan yang membantu merek atau brand merancang kampanye iklan yang lebih efektif selama Ramadan.
Data Telkomsel menunjukkan bahwa trafik digital meningkat hingga 87% pada waktu sahur (03.00–05.00 WIB) dibanding hari biasa. Waktu ini disebut sebagai salah satu micro-moment atau momen kecil namun penting untuk menjangkau audiens secara digital.
VP Digital Advertising, Wholesale, and Interconnect Telkomsel, Arief Pradetya, menjelaskan melalui keterangan resmi Telkomsel mengapa momen ini penting. “Kekuatan kampanye bukan hanya tentang seberapa luas pesan tersampaikan, tetapi juga seberapa relevan dan bermakna pesan tersebut bagi audiens," katanya.
Baca Juga: Laporan Opensignal Ungkap Peta Kekuatan Layanan Telkomsel, Indosat dan XL
"Dengan analisis mendalam berbasis data survey dan insight dari basis pelanggan terbesar dan terluas di Indonesia, kami ingin membantu pelaku industri memaksimalkan peluang di tengah kompleksitas perilaku konsumen digital yang terus berkembang," jelas Arief.
Selain sahur, waktu zuhur (11.00–14.00 WIB) dan buka puasa (16.00–19.00 WIB) juga tercatat sebagai jam puncak aktivitas online yang perlu diperhatikan oleh pemasar.
Siapa Saja yang Paling Responsif?
Analisis kampanye digital Telkomsel pada Ramadan 2025 berdasarkan 8,7 juta klik dan ketukan layar, menemukan bahwa audiens paling responsif sebagian besar adalah pengguna internet aktif yang didominasi oleh:
- 94% beragama Islam, dari persona kalangan Milenial (39%), Gen X (29%), dan Gen Z (23%)
- Tersebar di wilayah Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara.
- Aktif social media (58%), rutin belanja online (17%), dan pengguna layanan keuangan (14%).
Perilaku Belanja dan Solusi Iklan Omni-Channel
Selama Ramadan, lebih dari setengah responden (sekitar 54%) mengaku meningkatkan pengeluaran, khususnya untuk kebutuhan pokok dan makanan siap saji. Walau begitu, perilaku belanja mereka terbagi antara online (64%) dan offline (36%), yang menunjukkan pentingnya strategi pemasaran omni-channel.
Baca Juga: Telkomsel dan AWS Cetak 750 Talenta Disabilitas Mahir Cloud dan AI
Melalui solusi Telkomsel DigiAds, Telkomsel membantu brand melakukan pendekatan omni-channel mulai dari iklan digital, pesan lewat WhatsApp Business API, sampai kerja sama platform global seperti Meta.
Hasil Kampanye Ramadan 2025
Hasil kampanye yang dijalankan bersama DigiAds menunjukkan performa yang baik. Sebagian besar brand yang beriklan melalui layanan ini berhasil memenuhi target KPI mereka dengan peningkatan signifikan di berbagai metrik seperti awareness, conversion, hingga advocacy.
"Temuan Ramadan 2025 menegaskan bahwa relevansi dan presisi menjadi kunci utama keberhasilan kampanye Ramadan, bukan hanya dari besarnya jangkauan atau volume pesan. Dengan data insight dan solusi digital yang terintegrasi dari Telkomsel, kami berkomitmen membantu pelaku industri menenun strategi pemasaran dan membawakan pertumbuhan nyata selama Ramadan 2026," tutup Arief.
Dalam komitmen Telkomsel menjaga privasi data pelanggan, seluruh insight diolah dan disusun secara agregat dengan data telah dianonimkan, tanpa informasi identitas personal (PII).
Telkomsel menerapkan pengolahan data berprinsip privacy-by-design, mematuhi standar dan regulasi perlindungan data pribadi yang berlaku di Indonesia.
