Kapsultekno.com - Perusahaan teknologi asal Jepang, Sony, mengumumkan penghentian sementara penjualan sebagian besar kartu memori jenis SD dan CFexpress. Kebijakan ini diambil akibat krisis pasokan global yang memengaruhi industri semikonduktor.
Langkah tersebut diumumkan pada 27 Maret 2026 dan berlaku untuk konsumen maupun distributor resmi. Penghentian ini diperkirakan berlangsung tanpa batas waktu yang jelas, hingga kondisi pasokan kembali stabil.
Krisis Semikonduktor Picu Penghentian Penjualan
Sony menyebutkan bahwa keputusan ini tidak lepas dari kelangkaan komponen penting dalam produksi kartu memori. Dalam pernyataannya, perusahaan mengatakan terkait alasan penghentian penjualan kartu memori, "karena kekurangan semikonduktor (memori) global dan faktor lainnya".
Baca Juga: Mirip TikTok, Meta Siapkan Fitur Link Affiliate di Instagram dan Facebook
Krisis ini membuat pasokan tidak mampu memenuhi permintaan pasar dalam waktu dekat. Bahkan, Sony menilai kondisi tersebut akan terus berlanjut dalam “masa mendatang,” sehingga mereka memilih menghentikan sementara penerimaan pesanan.
Produk yang terdampak meliputi kartu CFexpress tipe A dan B, serta SDXC/SDHC. Meski demikian, beberapa model tertentu seperti CFexpress Type B dan seri SD kelas bawah masih diproduksi dalam jumlah terbatas.
Faktor Tambahan: Gangguan Pasokan Global
Selain krisis semikonduktor, Sony juga mengungkap adanya faktor lain yang turut memperparah situasi, termasuk kemungkinan kelangkaan helium yang digunakan dalam proses produksi chip.
Gangguan rantai pasok global ini disebut berkaitan dengan konflik geopolitik yang berdampak pada industri teknologi. Kombinasi faktor tersebut membuat produsen kesulitan menjaga keseimbangan antara produksi dan permintaan.
Sony menyatakan akan terus memantau situasi sebelum memutuskan kapan penjualan dapat kembali dibuka. Perusahaan juga berjanji akan memberikan pembaruan melalui halaman resmi produk mereka jika kondisi sudah memungkinkan.
Dampak ke Pasar dan Konsumen
Langkah Sony ini berpotensi memicu kelangkaan kartu memori di pasar global, terutama bagi fotografer dan videografer profesional yang mengandalkan media penyimpanan berkecepatan tinggi.
Baca Juga: Studi Global Ungkap Teknologi AI Pengaruhi Perilaku Belanja Konsumen
Dengan terbatasnya stok, harga kartu memori diperkirakan akan meningkat dan ketersediaannya semakin sulit ditemukan dalam waktu dekat.
