Pasar Memori Memasuki Super Cycle
Permintaan chip AI berdaya tinggi menjadikan pasar memori berada dalam fase pertumbuhan cepat yang jarang terjadi. Kebutuhan akan DRAM berperforma tinggi, termasuk HBM (High Bandwidth Memory), membuat para produsen memori menikmati lonjakan kebutuhan dari perusahaan AI, cloud computing, serta pengembang model kecerdasan buatan generasi baru.
Samsung, melalui lini DRAM dan HBM, memanfaatkan momentum ini untuk mengoptimalkan pendapatan. Namun, tantangan tetap ada, perusahaan bersaing dengan klien besar seperti NVIDIA, serta persaingan teknis dengan SK Hynix yang menentukan apakah Samsung dapat mempertahankan tahtanya dalam jangka panjang.
Baca Juga: Indonesia Jadi Negara dengan Penipuan Lowongan Kerja Tertinggi di Asia Pasifik
Sekadar informasi, DRAM (Dynamic Random Access Memory) adalah jenis memori utama yang digunakan pada perangkat elektronik seperti komputer, smartphone, dan server. DRAM menyimpan data dalam sel-sel memori yang harus terus disegarkan (refresh) setiap beberapa milidetik agar informasinya tidak hilang, inilah sebabnya disebut dynamic.
Kegunaan DRAM antara lain menjadi memori kerja utama yang dipakai prosesor untuk menjalankan aplikasi dan sistem operasi, mempercepat kinerja perangkat dengan menyediakan tempat penyimpanan data sementara yang sangat cepat.
Komponen ini digunakan pada PC, laptop, smartphone, konsol game, server, hingga data center dan sistem AI yang membutuhkan akses data berkecepatan tinggi.

One thought on “Samsung Bangkit dan Kuasai Pendapatan DRAM di Q3 2025”