Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Rockstar Games Akui Data Internal Diretas, Bagaimana Nasib GTA 6?
Rockstar Games akui data internal diretas hacker, namun memastikan insiden tersebut tidak berdampak pada pengembangan GTA 6 yang tetap berjalan normal.

Kapsultekno.com - Rockstar Games memastikan bahwa insiden peretasan terbaru yang menimpa perusahaan tidak akan berdampak pada operasional maupun pemainnya. Pernyataan ini muncul setelah kelompok hacker mengklaim telah mengakses data internal perusahaan.

Dalam pernyataannya, Rockstar menegaskan, “Kami dapat mengkonfirmasi bahwa sejumlah kecil informasi perusahaan yang tidak bersifat material telah diakses sehubungan dengan pelanggaran data pihak ketiga. Insiden ini tidak berdampak pada organisasi kami atau para pemain kami".

Perusahaan juga menekankan bahwa data yang terdampak bersifat terbatas dan tidak signifikan terhadap bisnis maupun pengguna.

blank

Baca Juga: Game GTA 6 Dapat Reaksi Keras di Rusia Tuding “Konten Tidak Bermoral”

Kebocoran Berasal dari Pihak Ketiga

Insiden ini dilaporkan terkait dengan pelanggaran keamanan yang melibatkan penyedia layanan pihak ketiga, bukan sistem internal Rockstar secara langsung. Kelompok hacker bernama ShinyHunters disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Para peretas mengklaim memperoleh akses ke sistem cloud Rockstar dan mengancam akan membocorkan data jika tuntutan tebusan tidak dipenuhi sebelum batas waktu tertentu. Ancaman untuk membocorkan data disertai pemerasan ini sering disebut dengan istilah data extortion.

Baca Juga: Perusahaan Induk Developer GTA 6 Take-Two Interactive Pecat Tim AI

Meski demikian, laporan menyebutkan bahwa data yang diakses kemungkinan hanya mencakup informasi internal perusahaan seperti dokumen bisnis atau materi pemasaran, bukan data milik gamers.

Bukan Serangan Pertama bagi Rockstar

Ini bukan pertama kalinya Rockstar mengalami insiden keamanan. Pada 2022, perusahaan juga menjadi korban kebocoran besar yang mengungkap rekaman awal pengembangan Grand Theft Auto VI.

Namun berbeda dari kasus sebelumnya, Rockstar menegaskan bahwa insiden kali ini jauh lebih terbatas dan tidak memengaruhi pengembangan game maupun pengalaman pengguna.

Serangan siber ini sekaligus menyoroti risiko keamanan dari integrasi layanan pihak ketiga, yang kini menjadi salah satu celah paling umum dalam industri teknologi dan game.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top