Advertise here · www.kapsultekno.com
Advertise here · www.kapsultekno.com
Hitachi Vantara Tekankan Pentingnya Pengelolaan Data Hadapi Tren AI di 2026
Hitachi Vantara menjelaskan pentingnya pengelolaan data bagi perusahaan di tengah tren teknologi AI di 2026.

Kapsultekno.com - Hitachi Vantara menekankan pentingnya pengelolaan data untuk menghadapi tren teknologi AI di 2026. Seperti diketahu, tahun lalu atau tahun 2025 ialah momentum ketika teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) benar-benar masuk tahap penerapan secara nyata.

Penerapan yang nyata tersebut ditandai dengan pusat data (data center) yang tumbuh di Asia Tenggara, permintaan GPU melonjak dan perusahaan mulai mengoptimalkan AI dalam operasional sehari-hari.

Akan tetapi, peningkatan adopsi ini juga menyoroti tantangan baru seperti keterbatasan daya, biaya tinggi, pengelolaan data yang belum matang, hingga regulasi yang belum seragam.

Di 2026, ada beberapa catatan mengenai lanskap teknologi regional, khususnya yang berkaitan dengan teknologi AI. Catatan atau pandangan ini disampaikan oleh Lawrence Yeo, ASEAN Solutions Director, Hitachi Vantara.

blank

Baca Juga: Vivo X300 Series Bawa Terobosan Baru Berkat Lensa Kamera 200 MP

Ia menjelaskan mengapa AI pada 2026 akan berkembang menjadi sebuah disiplin ilmu, bukan lagi sekadar eksperimen, serta bagaimana fase pertumbuhan berikutnya di Asia Tenggara akan bergantung pada jalur data yang terkelola dengan baik, infrastruktur hemat energi, dan model hybrid yang tangguh.

Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Pengelolaan Data

Selama dua tahun terakhir, banyak organisasi mengira AI hanya soal menambah akselerator dan memperbesar kapasitas komputasi. Faktanya, hambatan terbesar kini adalah data, yakni cara memindahkan, mengelola, dan mengamankannya dalam skala besar.

Menurut perusahaan, arsitektur penyimpanan, jaringan, serta disiplin operasional menjadi titik kritis untuk memastikan sistem AI dapat berjalan andal.

Fase baru AI juga akan bersifat agentic, di mana sistem mampu mengambil keputusan dan melakukan tindakan di sektor keuangan, kesehatan, logistik hingga manufaktur. Ini memunculkan kebutuhan baru akan transparansi, keamanan, dan akuntabilitas, ditopang data berkualitas serta infrastruktur yang efisien.

Baca Juga: Komdigi Minta Operator Seluler Bangun Sistem Anti Scam Berbasis AI

Permintaan AI di Asia Tenggara terus naik, tetapi kapasitas fisik, daya, lahan, dan pendinginan semakin terbatas. Ekspansi pusat data di Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Filipina kini terhambat oleh ketersediaan daya dan lahan.

Modernisasi infrastruktur menjadi keharusan agar penggunaan AI tetap efisien secara ekonomi dan ramah lingkungan. Di sisi lain, negara-negara di kawasan memperkuat ekspektasi terkait lokasi penyimpanan data dan keamanan siber.

Model masa depan bukan lagi memilih antara public cloud atau on-premises, tetapi hybrid yang menggabungkan kontrol lokal dan mobilitas data yang aman.

Menuju 2026, pemenangnya adalah organisasi yang memperlakukan data sebagai aset strategis. Kematangan AI tidak diukur dari seberapa besar komputasinya, melainkan seberapa disiplin dan efisien mereka mengelola ekosistem data end-to-end.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top