Advertise here · www.kapsultekno.com
Advertise here · www.kapsultekno.com
Konflik Timur Tengah, Sony Naikkan Harga PS5 hingga Rp1,7 Jutaan
Sony naikkan harga PS5 global akibat krisis chip AI dan konflik Iran ganggu pasokan.

Kapsultekno.comSony resmi mengumumkan kenaikan harga konsol PlayStation 5 (PS5) secara global mulai 2 April 2026. Kebijakan ini dipicu oleh meningkatnya biaya komponen, terutama chip memori, yang terdampak akibat lonjakan kebutuhan industri kecerdasan buatan (AI).

Selain itu, ketegangan di timur tengah juga menjadi pemicu kenaikan harga seiring gangguan pasokan akibat konflik geopolitik.

Harga PS5 di Amerika Serikat naik sekitar USD100 atau sekitar Rp1,7 jutaan, dengan model standar kini dibanderol USD649,99, versi digital USD599,99, dan PS5 Pro mencapai USD899,99. Kenaikan ini juga berlaku di berbagai pasar utama seperti Eropa dan Jepang, dikutip dari The Guardian.

blank

Baca Juga: Perbandingan Galaxy S23 hingga S26: Chipset, RAM dan Baterai Makin Tangguh

Sony menyebut kondisi ini sebagai dampak dari tekanan ekonomi global yang terus meningkat.

Lonjakan AI Picu Krisis Chip Memori

'Salah satu faktor utama kenaikan harga adalah keterbatasan pasokan chip memori. Produsen chip kini lebih memprioritaskan produksi untuk kebutuhan pusat data AI yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi dibanding perangkat konsumen.

Akibatnya, pasokan untuk industri elektronik seperti konsol game menjadi semakin terbatas. Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya permintaan global terhadap teknologi berbasis AI dalam beberapa tahun terakhir.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana perkembangan AI tidak hanya berdampak pada sektor teknologi tinggi, tetapi juga merembet ke industri hiburan seperti gaming.

Selain faktor AI, konflik di Timur Tengah turut memperburuk situasi rantai pasok. Serangan Iran terhadap fasilitas gas di Qatar menyebabkan gangguan produksi helium, komponen penting dalam proses manufaktur semikonduktor.

Baca Juga: Samsung Rilis Galaxy A57 5G dan A37 5G, Bawa Fitur AI Lebih Canggih

Qatar sendiri merupakan salah satu pemasok utama helium dunia, dengan kontribusi sekitar sepertiga dari total pasokan global. Gangguan ini diperkirakan menurunkan ekspor helium hingga 14%, yang pada akhirnya ikut mendorong kenaikan biaya produksi chip.

Kombinasi antara krisis pasokan dan meningkatnya biaya produksi membuat produsen seperti Sony tidak punya banyak pilihan selain menaikkan harga produk.

Baca Juga: OpenAI Resmi Hentikan Aplikasi AI Video Sora, Ini Alasannya

Kenaikan harga ini berpotensi menekan pertumbuhan industri game pada 2026. Penjualan PS5 sendiri dilaporkan telah turun sekitar 16% secara tahunan pada kuartal liburan terakhir, menunjukkan adanya pelemahan permintaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top