Advertise here · www.kapsultekno.com
Advertise here · www.kapsultekno.com
Komdigi Tetapkan Pemenang Seleksi Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Internet Cepat Siap Jangkau 538 Desa
Komdigi menetapkan pemenang seleksi frekuensi untuk memperluas layanan 4G dan mempercepat pengembangan jaringan 5G di Indonesia.

Kapsultekno.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menetapkan pemenang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz Tahun 2026. Penetapan tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas akses internet berkecepatan tinggi di Indonesia, sekaligus mempercepat pemerataan layanan 4G dan pengembangan jaringan 5G.

Keputusan ini diambil setelah masa penyampaian sanggahan dari peserta seleksi berakhir pada 14 Juli 2026 tanpa adanya keberatan yang diajukan. Dengan demikian, hasil seleksi yang sebelumnya diumumkan dinyatakan sah dan menjadi dasar bagi Menteri Komunikasi dan Digital untuk menetapkan pemenang secara final sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Program pemanfaatan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi nasional. Frekuensi 700 MHz dikenal memiliki jangkauan sinyal yang luas sehingga efektif menjangkau wilayah terpencil, sedangkan pita 2,6 GHz menawarkan kapasitas lebih besar untuk memenuhi kebutuhan trafik data yang terus meningkat, terutama di kawasan perkotaan dan untuk mendukung implementasi jaringan 5G.

“Komdigi memastikan bahwa lelang frekuensi ini memberikan manfaat nyata dan merata bagi masyarakat. Ujungnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat di level akar rumput,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026), dikutip dari website resmi Komdigi.

blank

Pengelolaan spektrum melalui mekanisme seleksi ini diproyeksikan memberikan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp6 triliun pada tahap awal, dengan proyeksi total potensi penerimaan negara mencapai Rp29,9 triliun dalam sepuluh tahun.

Salah satu kewajiban utama bagi operator pemenang adalah menghadirkan layanan 4G di 538 desa yang hingga kini masih belum memperoleh akses internet seluler memadai. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkecil kesenjangan digital sekaligus mempercepat transformasi digital di berbagai daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Kehadiran konektivitas tersebut akan membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan digital, dan peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau,” kata Meutya.

Pemenang seleksi juga harus dapat memenuhi penyediaan layanan 5G paling sedikit 51% cakupan per populasi nasional pada tahun kelima. Kecepatan rata-rata mobile broadband ditargetkan melompat secara bertahap menjadi 100 Mbps pada tahun 2029.

Berdasarkan hasil seleksi, untuk pita frekuensi 700 MHz, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk menempati peringkat pertama dengan alokasi blok 30 MHz (2x15 MHz). Posisi kedua ditempati PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dengan blok 20 MHz (2x10 MHz), sementara PT Indosat Tbk berada di peringkat ketiga dengan alokasi 20 MHz (2x10 MHz).

blank

Sementara pada seleksi pita frekuensi 2,6 GHz, Telkomsel memperoleh peringkat pertama dengan alokasi blok 80 MHz. Indosat menempati posisi kedua dengan blok 60 MHz, sedangkan XLSMART berada di posisi ketiga dengan alokasi 50 MHz. Pembagian spektrum tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jaringan seluler sekaligus mempercepat penyediaan layanan internet yang lebih cepat dan stabil bagi masyarakat.

Sebelumnya, Komdigi menegaskan bahwa seleksi frekuensi dilakukan secara transparan, kompetitif, dan akuntabel. Pemerintah juga menyebut pemanfaatan kedua pita frekuensi tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat konektivitas digital nasional, memperluas cakupan layanan broadband bergerak, serta mendukung target pembangunan ekonomi digital Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Dengan rampungnya proses seleksi, operator pemenang selanjutnya akan menjalankan berbagai komitmen pembangunan jaringan sesuai kewajiban yang ditetapkan pemerintah. Selain memperluas layanan 4G ke ratusan desa, pemanfaatan spektrum baru ini juga diharapkan mampu meningkatkan pengalaman pengguna internet seluler melalui kecepatan akses yang lebih tinggi, kapasitas jaringan yang lebih besar, serta kualitas layanan yang lebih andal di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top