Kapsultekno.com - Google terus memperkuat ambisinya dalam menghadirkan pengalaman pencarian yang semakin canggih dan relevan bagi pengguna. Pada 22 Januari 2026, perusahaan teknologi raksasa ini mengumumkan perluasan fitur Personal Intelligence ke AI Mode dalam Google Search.
Langkah tesebut merupakan bagian dari strategi Google untuk menggabungkan kekuatan kecerdasan buatan dengan konteks pribadi pengguna. Ini memadukan dunia informasi global dengan informasi yang paling relevan bagi kehidupan setiap individu, dikutip dari Blog Google.
Personal Intelligence sendiri awalnya diperkenalkan di aplikasi Gemini, di mana AI dapat “menghubungkan titik-titik” dari data yang tersebar di berbagai produk Google seperti Gmail, Google Photos, YouTube, dan Search untuk menghasilkan jawaban yang lebih tepat dan personal.

Kini, kemampuan ini diperluas ke AI Mode di Search, sehingga pengalaman pencarian menjadi bukan hanya sekadar daftar hasil relevan, tetapi jawaban dan rekomendasi yang benar-benar terpersonalisasi berdasarkan konteks kehidupan pengguna.
Baca Juga: Apple Gandeng Google Gemini Tingkatkan Apple Intelligence dan Siri
Google menegaskan fitur ini bersifat opsional dan berbasis izin, sehingga pengguna memiliki kendali untuk memilih data mana yang boleh diakses oleh AI Mode untuk menghasilkan hasil pencarian.
Fitur ini tersedia terlebih dahulu bagi pelanggan Google AI Pro dan Google AI Ultra di Amerika Serikat sebagai bagian dari fitur “Labs” yang sedang diuji coba.
Personalisasi Hasil Pencarian
Ekspansi Personal Intelligence ke AI Mode membawa perubahan signifikan dalam cara AI memahami kebutuhan pengguna. Secara tradisional, Google Search menampilkan hyperlink dan ringkasan hasil berdasarkan permintaan yang dimasukkan pengguna.
Namun dengan fitur ini, AI Mode dapat ikut melihat informasi dari Gmail dan Google Photos, apabila pengguna memberikan persetujuan.
Baca Juga: 6 Tips Manfaatkan Google Gemini AI untuk Dorong Bisnis UMKM
Misalnya, ketika seseorang merencanakan liburan keluarga, AI Mode yang sudah mengaktifkan Personal Intelligence dapat memindai konfirmasi hotel atau tiket perjalanan di Gmail serta foto-foto liburan sebelumnya di Google Photos untuk memberikan rekomendasi tempat makan atau aktivitas yang sesuai selera keluarga.
Google menjelaskan bahwa dengan data ini, rekomendasi tidak hanya relevan secara umum, tetapi juga kontekstual terhadap kebiasaan dan preferensi pengguna.
Dalam uji internal, Google menunjukkan bahwa Personal Intelligence juga bisa membantu dalam aktivitas lainnya seperti belanja online. Misalnya ketika mencari jaket yang tepat untuk perjalanan tertentu, AI Mode bisa memahami tujuan perjalanan dari email dan gaya belanja dari riwayat foto atau email sebelumnya untuk memberikan saran produk yang paling cocok.
“Dengan Personal Intelligence, rekomendasi tidak hanya mencocokkan minat Anda, mereka sesuai dengan kehidupan Anda secara mulus. Anda tidak perlu menjelaskan preferensi atau rencana Anda secara berulang kali, AI sudah memilihkan rekomendasi untuk Anda sejak awal," kata Robby Stein, VP Product untuk Google Search.
Kendali Pengguna dan Privasi
Google menekankan bahwa fitur Personal Intelligence dirancang dengan pendekatan privasi dan kontrol pengguna di pusatnya. Menghubungkan Gmail dan Google Photos ke AI Mode bukanlah hal yang otomatis, pengguna harus mengaktifkan opsi ini secara manual, memberikan izin eksplisit untuk setiap aplikasi yang ingin dihubungkan.
Lebih lanjut, meskipun AI Mode dapat mengakses data pribadi ini untuk menyusun jawaban, Google menjelaskan bahwa konten tersebut tidak digunakan untuk melatih model AI secara umum.
Model AI hanya menggunakan data yang dibutuhkan untuk menjawab permintaan spesifik saat itu dan tidak menyimpan atau memproses data di luar konteks permintaan Anda.