Kapsultekno.com -Tiga tahun sejak diluncurkan pada 30 November 2022, ChatGPT kini menjelma menjadi salah satu produk teknologi dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah.
OpenAI melaporkan chatbot berbasis kecerdasan buatan itu telah mencapai 800 juta pengguna aktif mingguan, menandai fase baru dalam pemanfaatan AI secara global, baik oleh individu maupun bisnis, dikutip dari Businessinsider.
Berikut ini beberapa fakta menarik mengenai chatbot populer ChatGPT:
GPT-5 Jadi Model Utama bagi Pengguna Global
Saat pertama kali diperkenalkan, CEO OpenAI Sam Altman menyebut ChatGPT sebagai “research release.” Namun dalam tiga tahun, teknologi di baliknya berkembang pesat. ChatGPT awalnya berjalan dengan GPT-3.5 sebelum ditingkatkan menggunakan GPT-4o pada 2024.
Pada 2025, OpenAI merilis GPT-5 sebagai model default bagi pengguna non-subscribers. Model ini disebut lebih cepat, lebih akurat, serta lebih berguna untuk keperluan dunia nyata seperti menulis, coding, dan kebutuhan informasi kesehatan.

Baca Juga: OpenAI Luncurkan Fitur Shopping Research untuk ChatGPT
Altman menyatakan pelanggan ChatGPT Plus masih dapat menggunakan GPT-4o bagi yang merindukan “kepribadian” model sebelumnya.
OpenAI menegaskan GPT-5 menghadirkan peningkatan signifikan dalam pengurangan halusinasi, kemampuan mengikuti instruksi, sekaligus mengurangi respons yang terlalu "menyenangkan" pengguna.
OpenAI Catat 29.000 Pesan per Detik
Pertumbuhan ChatGPT mencetak sejumlah tonggak sejarah. Satu bulan setelah rilis, ChatGPT telah menarik satu juta pengguna aktif mingguan. Setelah satu tahun mencapai 100 juta WAU (Weekly Active Users), lalu 350 juta di tahun kedua.
Penelitian OpenAI bersama ekonom Harvard David Deming mencatat bahwa pada Juli 2025, platform ini telah dipakai oleh lebih dari 700 juta pengguna mingguan, hingga akhirnya mencapai 800 juta WAU per laporan terbaru kepada Business Insider.
Lonjakan tersebut berbanding lurus dengan volume percakapan. Pada Juli 2025, pengguna mengirim 18 miliar pesan per minggu, atau lebih dari 2,5 miliar pesan per hari, sekitar 29.000 pesan per detik.
Pengguna Perempuan Kini Lebih Dominan
Riset OpenAI menunjukkan pengguna ChatGPT pada awalnya didominasi oleh nama-nama berjenis kelamin maskulin sebanyak 80%. Namun pada paruh pertama 2025, kesenjangan tersebut menyempit hingga mencapai keseimbangan. Bahkan, sejak Juni 2025 pengguna dengan nama perempuan tercatat lebih banyak.
Baca Juga: 5 Tips Gunakan ChatGPT untuk Bantu Pekerjaan Lebih Cepat
Penelitian juga menyebutkan bahwa pengguna dengan nama perempuan lebih sering mengirim pertanyaan terkait panduan praktis dan penulisan, sedangkan pengguna dengan nama laki-laki cenderung menanyakan hal teknis, multimedia, dan informasi tertentu.
Valuasi OpenAI Capai USD500 Miliar
Tidak hanya digunakan untuk hiburan atau eksplorasi kreatif, ChatGPT juga menjadi alat kerja utama. Pada November 2025, OpenAI mengumumkan memiliki 1 juta pelanggan bisnis melalui ChatGPT for Work maupun pemakaian model AI via platform developer mereka.
Popularitas ChatGPT mendongkrak valuasi OpenAI secara signifikan. Dari USD80 miliar pada Februari 2024, nilai perusahaan melompat menjadi USD157 miliar pada Oktober 2024.
CFO Sarah Friar mengungkapkan valuasi OpenAI mencapai USD500 miliar setelah penjualan saham sekunder pada September 2025, menjadikannya startup paling bernilai dalam sejarah. Laporan Reuters bahkan memproyeksikan OpenAI dapat mencapai valuasi USD1 triliun jika melantai di bursa.
5 thoughts on “7 Fakta ChatGPT, Genap 3 Tahun hingga Miliki 800 Juta Pengguna”