TERBARU
Memuat berita terbaru...
Komentar Presiden AS Donald Trump soal 6G Jadi Sorotan Publik
Teknologi 6G diproyeksikan menjadi lompatan besar dalam dunia telekomunikasi.

Kapsultekno.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memicu sorotan publik setelah dianggap keliru memahami konsep teknologi jaringan 6G dalam sebuah acara televisi yang turut menghadirkan CEO Qualcomm, Cristiano Amon.

Dalam sesi tanya jawab yang disiarkan ke publik, Trump menyampaikan komentar yang mengaitkan 6G dengan kemampuan visual seperti kamera atau sistem penglihatan beresolusi tinggi.

Dikutip dari Theverge, Trump tampak mempertanyakan apakah 6G dapat “melihat lebih dalam ke kulit seseorang?”. Ucapan ini kemudian melahirkan anggapan bahwa Trump belum benar-benar memahami teknologi 6G yang berkaitan dengan kecepatan internet yang semakin tinggi.

Baca Juga: Kolaborasi Samsung dan SK Telecom Integrasikan AI untuk Jaringan 6G

Perkataan Trump itu disiarkan secara langsung di TV, tepat di depan CEO Qualcomm Cristiano Amon yang tidak mengoreksi apa yang telah diucap oleh sang Presiden.

Penuturan Trump tersebut menimbulkan kebingungan karena 6G sejatinya merupakan pengembangan generasi jaringan seluler nirkabel yang diproyeksikan menghadirkan kecepatan transmisi data ultra cepat dan latensi rendah.

6G juga diharapkan mendukung aplikasi masa depan seperti komunikasi holografik dan layanan terhubung berbasis kecerdasan buatan. Tidak ada hubungan teknis antara 6G dan kemampuan kamera maupun sistem pencitraan.

Catatan Kesalahan Teknologi Trump Kembali Disorot

Insiden ini bukan yang pertama kali melibatkan Trump terkait pernyataan yang keliru soal teknologi telekomunikasi. Sebelumnya, ia juga pernah mengklaim memiliki pengaruh signifikan terhadap percepatan pembangunan jaringan 5G di Amerika Serikat.

Klaim tersebut banyak dikritik karena dianggap berlebihan dan tidak mencerminkan kondisi industri yang sesungguhnya. Pernyataan terbaru mengenai 6G kembali membuka diskusi tentang tingkat pemahaman Trump terhadap inovasi teknologi yang berkembang pesat.

Baca Juga: XL Home, Biznet hingga Indosat HiFi: Siapa Unggul dalam Broadband Indonesia 2025?

Meski didampingi petinggi perusahaan teknologi ternama, tidak ada koreksi langsung terhadap komentarnya saat acara berlangsung. Namun rekaman tersebut dengan cepat viral di media sosial dan mengundang reaksi dari komunitas teknologi yang menilai pernyataan itu sebagai bentuk miskonsepsi mendasar mengenai istilah teknis.

6G Masih Dalam Tahap Pengembangan Awal

Teknologi jaringan 6G hingga saat ini masih berada dalam tahap riset dan pembahasan standar. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok tengah bersaing dalam penelitian untuk menjadi pionir dalam pengembangan teknologi ini.

Meski belum memiliki spesifikasi final, 6G diproyeksikan menjadi lompatan besar dalam dunia telekomunikasi dengan kemampuan konektivitas cerdas berskala luas.

Para pakar menilai kesalahpahaman yang mungkin ditunjukkan Trump mencerminkan tantangan komunikasi publik dalam menjelaskan perbedaan antara generasi jaringan seluler seperti 5G atau 6G dan istilah teknologi visual seperti 4K, 8K, atau fitur kamera.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *