Kapsultekno.com - International Space Station (ISS) kembali kedatangan empat astronaut yang menggantikan kolega mereka yang harus kembali ke Bumi lebih awal akibat masalah kesehatan.
Empat astronaut yang tergabung dalam misi Crew-12 diluncurkan oleh SpaceX dari Cape Canaveral pada 13 Februari 2026 dan berhasil merapat di ISS pada hari berikutnya.
Kedatangan mereka mengembalikan jumlah kru menjadi tujuh, setelah sebelumnya berkurang akibat evakuasi medis, langkah yang pertama kali terjadi dalam 65 tahun sejarah penerbangan antariksa manusia oleh badan antariksa Amerika Serikat, NASA.

Baca Juga: Gunakan Roket Falcon 9, NASA Percepat Peluncuran Misi Crew-12 ke Stasiun Luar Angkasa
Anggota Crew-12 terdiri dari komandan misi Jessica Meir dan pilot Jack Hathaway dari NASA, astronaut Sophie Adenot dari European Space Agency (ESA), serta kosmonaut Andrei Fedyaev dari Roscosmos.
Mereka akan tinggal di ISS selama delapan hingga sembilan bulan untuk melanjutkan penelitian dan operasi stasiun luar angkasa.
Penelitian dan Kerja Sama Internasional
Penggantian kru ini bukan hanya mendukung operasi rutin ISS, tetapi juga menandakan pentingnya kolaborasi internasional dalam misi luar angkasa.
Astronaut seperti Sophie Adenot, yang menjadi wanita Prancis kedua yang terbang ke luar angkasa, menunjukkan peran lintas negara dalam eksplorasi antariksa.
Baca Juga: Dari Uni Soviet ke Rusia, Kisah Sergei Krikalev “Terjebak” 311 Hari di Luar Angkasa
Sedangkan Jessica Meir, pernah berpartisipasi dalam spacewalk all-female pertama pada 2019, menyatakan antusiasnya setelah tiba di stasiun.
Meskipun NASA belum merincikan identitas astronaut yang dievakuasi karena alasan medis dengan alasan privasi, evakuasi tersebut memaksa penyesuaian terhadap jadwal dan riset di ISS selama beberapa minggu terakhir.
Dengan komposisi kru yang kembali lengkap, ISS akan melanjutkan penelitian ilmiah di lingkungan microgravity serta eksperimen lintas disiplin yang mendukung misi jangka panjang.
Kedatangan Crew-12 menunjukkan ketahanan dan kesiapan program luar angkasa bersama NASA, ESA, dan Roscosmos dalam menghadapi tantangan tak terduga seperti evakuasi medis, sekaligus menandai babak baru kerja sama internasional di orbit.