Kapsultekno.com - Qualcomm mulai memperluas persaingan prosesor laptop Windows ke segmen yang selama ini didominasi chip entry-level Intel dan AMD. Perusahaan memperkenalkan Snapdragon C, platform baru yang dirancang untuk laptop dengan harga mulai sekitar USD300 atau sekitar Rp5 jutaan.
Berbeda dari Snapdragon X dan X2 yang menyasar laptop kelas menengah hingga premium, Snapdragon C dirancang untuk kebutuhan komputasi sehari-hari seperti browsing, streaming video, produktivitas, hingga video call. Qualcomm juga menjanjikan konsumsi daya rendah, perangkat yang lebih dingin dan senyap, serta daya tahan baterai sepanjang hari.
Langkah ini menjadi semakin menarik karena Snapdragon C masuk ketika pasar laptop murah sedang menghadapi tekanan harga komponen memori dan penyimpanan. Qualcomm bahkan secara terbuka memosisikan platform ini untuk memperluas pilihan perangkat Windows ke titik harga yang sebelumnya sulit dijangkau oleh Snapdragon X.
Snapdragon C bukan versi murah dari Snapdragon X yang sekadar dipangkas spesifikasinya. Qualcomm menggunakan pendekatan arsitektur berbeda untuk menekan biaya produksi.

Platform ini menggunakan CPU Kryo berbasis Arm, bukan CPU Oryon yang menjadi fondasi Snapdragon X dan Snapdragon X2. Qualcomm sendiri belum mempublikasikan seluruh spesifikasi teknis Snapdragon C secara lengkap, sehingga informasi mengenai konfigurasi core, kecepatan clock dan detail GPU perlu dibedakan antara data resmi dan informasi yang muncul dari pengujian perangkat awal.
Sejumlah pengamatan terhadap laptop prototipe Acer menunjukkan keberadaan prosesor delapan core dengan clock dasar sekitar 3 GHz. Namun, angka tersebut belum dapat diperlakukan sebagai spesifikasi final resmi Qualcomm karena perangkat yang diuji masih merupakan unit demonstrasi.
Yang sudah dikonfirmasi adalah Snapdragon C memiliki NPU terintegrasi untuk akselerasi AI. Kehadiran NPU ini menjadi salah satu pembeda penting karena Qualcomm ingin membawa kemampuan AI on-device hingga ke laptop entry-level.
Kemampuan laptop berbasis Snapdragon C juga tidak sebanding dengan laptop Copilot+ PC. Platform ini berada di bawah persyaratan Microsoft untuk Copilot+, yang membutuhkan NPU minimal 40 TOPS serta persyaratan memori tertentu.
Dengan demikian, keberadaan NPU pada Snapdragon C lebih ditujukan untuk akselerasi AI yang didukung perangkat lunak, bukan seluruh fitur AI kelas Copilot+.
Acer Aspire Go 15 Jadi Laptop Snapdragon C Pertama
Acer menjadi salah satu produsen pertama yang menyiapkan laptop dengan Snapdragon C melalui Acer Aspire Go 15 (AG15-Q31P).

Laptop ini membawa layar 15,6 inci Full HD dengan resolusi 1.920 x 1.080 piksel, RAM hingga 8 GB dan penyimpanan hingga 512 GB. Untuk kebutuhan konektivitas, Acer menyediakan dua port USB Type-C full-function, USB Type-A, HDMI 1.4 serta jack audio.
Aspire Go 15 juga mempunyai baterai 53 Wh, webcam 1080p, Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.4. Perangkat menjalankan Windows 11 Home dan dilengkapi tombol Copilot pada keyboard.
Menariknya, meskipun membawa embel-embel Copilot pada keyboard, konfigurasi maksimal 8 GB RAM dan kemampuan NPU Snapdragon C membuat laptop ini tidak termasuk kategori Copilot+ PC. Ini menunjukkan bahwa tombol Copilot lebih berkaitan dengan akses ke fitur Windows daripada menjadi indikator bahwa perangkat memenuhi seluruh persyaratan Copilot+.
Acer belum mengumumkan harga resmi Aspire Go 15. Namun, Qualcomm menempatkan Snapdragon C untuk perangkat dengan harga USD300 dan lebih tinggi, sehingga laptop berbasis platform tersebut berpotensi menjadi salah satu Windows PC paling murah dengan akselerasi AI.
Qualcomm Ingin Menjangkau Pelajar dan Bisnis Kecil
Target Snapdragon C bukan hanya konsumen yang mencari laptop murah. Qualcomm secara spesifik menyebut pelajar, keluarga dan bisnis kecil yang berhadapan langsung dengan pelanggan sebagai sasaran utama.
"Seiring meningkatnya biaya dan berkembangnya ekspektasi pelanggan, Snapdragon C memadukan komputasi yang mengutamakan nilai, daya tahan baterai sepanjang hari, kemampuan AI, dan performa responsif dalam perangkat yang tetap sejuk dan senyap, guna menghadirkan pilihan platform yang lebih luas," kata Kedar Kondap, Senior Vice President and General Manager of Compute and Gaming, Qualcomm Technologies, dikutip dari website resmi Qualcomm.
Dalam wawancara di Computex 2026, Kondap juga menjelaskan bahwa Snapdragon C diposisikan di bawah Snapdragon X dari sisi harga. Menurutnya, Snapdragon X berada di sekitar perangkat USD599, sementara Snapdragon C ditujukan untuk titik harga di bawah USD500. Ia juga mengingatkan bahwa harga akhir laptop tetap sangat bergantung pada biaya memori dan penyimpanan.
Intel Perlu Waspada di Pasar Laptop Murah
Kehadiran Snapdragon C berpotensi meningkatkan tekanan terhadap Intel, khususnya di segmen laptop Windows entry-level.
Intel selama bertahun-tahun memiliki posisi kuat di kelas tersebut melalui lini prosesor seperti Intel N-series dan berbagai chip Core kelas bawah. AMD juga masih bermain di kategori yang sama, sementara MediaTek mengisi sebagian pasar Chromebook dengan lini Kompanio.
Qualcomm kini membawa keunggulan yang berbeda, yakni arsitektur Arm dengan fokus efisiensi daya. Jika klaim Qualcomm mengenai baterai sepanjang hari, desain dingin dan operasi senyap dapat diwujudkan dalam produk retail dengan harga sekitar USD300, produsen laptop memiliki opsi baru untuk menawarkan Windows PC murah yang tidak hanya mengandalkan spesifikasi CPU.
Ini juga merupakan perkembangan penting bagi Windows on Arm. Selama ini, laptop Snapdragon lebih identik dengan perangkat tipis dan premium yang menawarkan daya tahan baterai panjang. Snapdragon C berusaha membawa pendekatan tersebut ke segmen yang jauh lebih sensitif terhadap harga.
Persaingan Bukan Hanya dengan Intel, tetapi Juga MacBook Neo
Momentum Snapdragon C tidak bisa dilepaskan dari perubahan pasar laptop murah setelah Apple menghadirkan MacBook Neo.
MacBook Neo menunjukkan bahwa perangkat dengan desain modern dan prosesor berbasis Arm dapat ditawarkan dengan harga lebih rendah dibanding MacBook sebelumnya. Qualcomm kemudian memiliki alasan kuat untuk membawa Windows on Arm ke level harga yang tidak kalah menarik.
Qualcomm telah mengonfirmasi kerja sama dengan sejumlah produsen PC, termasuk Acer, HP dan Lenovo. Perangkat berbasis Snapdragon C dijadwalkan mulai tersedia pada 2026.