☕ Support Us
Advertise here · www.kapsultekno.com
Susul Nvidia, AMD Bakal Naikkan Harga GPU Radeon Mulai Agustus 2026
Harga GPU AMD Radeon diperkirakan segera naik menyusul Nvidia karena krisis memori dan lonjakan permintaan AI.

Kapsultekno.com - AMD dikabarkan tengah bersiap menaikkan harga kartu grafis Radeon untuk pasar konsumen, hanya beberapa hari setelah Nvidia lebih dulu disebut menaikkan harga jajaran GPU GeForce RTX. Jika laporan ini akurat, konsumen yang berencana merakit PC gaming atau melakukan upgrade GPU kemungkinan harus merogoh kocek lebih dalam dalam waktu dekat.

Laporan tersebut pertama kali diungkap Digital Trends yang mengutip informasi dari pembocor hardware Harukaze5719. Disebutkan bahwa AMD telah memberi tahu para mitra AIB (Add-in Board) mengenai rencana kenaikan harga minimal 10 persen untuk paket GPU dan memori yang mulai berlaku pada Agustus 2026, seperti diberitakan Digital Trends.

Kenaikan tersebut disebut bukan keputusan yang diambil secara mendadak. Menurut laporan, AMD sebelumnya sempat menahan penyesuaian harga karena beberapa faktor, mulai dari permintaan pasar yang belum kuat, sensitivitas konsumen terhadap harga, stok produk yang masih tinggi, hingga menunggu langkah Nvidia terlebih dahulu.

Kini, setelah Nvidia dikabarkan telah menaikkan harga GPU GeForce RTX hingga sekitar 30 persen pada beberapa model, AMD disebut siap mengikuti tren yang sama dengan kenaikan yang lebih moderat, yakni sekitar 10 persen.

Krisis Memori Jadi Pemicu Utama Kenaikan Harga GPU

Lonjakan harga GPU tidak semata-mata disebabkan oleh strategi bisnis produsen. Penyebab utamanya adalah krisis pasokan memori global yang masih berlangsung akibat tingginya permintaan industri kecerdasan buatan (AI).

Produsen chip kini lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksi untuk memori berperforma tinggi seperti High Bandwidth Memory (HBM) yang digunakan pada akselerator AI di pusat data. Akibatnya, pasokan memori untuk produk konsumen seperti GPU gaming menjadi semakin terbatas.

blank
AMD Radeon RX 9050 (Foto: AMD)

Laporan Digital Trends juga menyebut bahwa margin keuntungan produsen kartu grafis mitra AMD relatif tipis. Karena itu, kenaikan harga dari AMD hampir dipastikan akan diteruskan hingga ke tingkat pengecer dan akhirnya dibebankan kepada konsumen.

Apabila kenaikan harga benar-benar diterapkan, maka hampir seluruh lini Radeon RX 9000 Series berpotensi mengalami penyesuaian harga di berbagai wilayah.

Bagi pengguna yang berencana membeli GPU baru, kondisi ini membuat waktu pembelian menjadi semakin sulit diprediksi. Setelah sepanjang akhir 2025 harga kartu grafis sempat menunjukkan tren membaik, kini pasar kembali menghadapi tekanan biaya akibat mahalnya komponen memori.

Situasi tersebut juga tidak hanya memengaruhi AMD dan Nvidia. Sejumlah produsen perangkat keras lain sebelumnya telah memperingatkan bahwa kelangkaan memori berpotensi meningkatkan harga PC, laptop hingga smartphone dalam beberapa tahun ke depan apabila pasokan belum kembali stabil.

AMD saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan kenaikan harga GPU tersebut. Oleh karena itu, besaran kenaikan maupun waktu penerapannya bisa saja mengalami perubahan.

Sejumlah laporan industri menunjukkan tren yang sama, yakni meningkatnya biaya produksi GPU akibat krisis memori dan melonjaknya permintaan perangkat AI. Jika kondisi pasokan tidak segera membaik, harga kartu grafis diperkirakan akan tetap tinggi dalam beberapa kuartal mendatang.

Di Tengah Isu Kenaikan Harga, AMD Perluas Jajaran Radeon RX 9000

Di sisi lain, AMD baru-baru ini memperluas portofolio GPU berbasis arsitektur RDNA 4 dengan meluncurkan Radeon RX 9050, kartu grafis kelas entry-level yang ditujukan untuk gamer 1080p. GPU ini diposisikan sebagai pilihan paling terjangkau di keluarga Radeon RX 9000 Series dan dibanderol dengan harga USD279 atau sekitar Rp5 jutaan sebagai harga acuan (MSRP/Manufacturer's Suggested Retail Price), berdasarkan laporan Pcgamer.

Salah satu mitra, ASRock menjadi satu-satunya yang mengumumkan ketersediaan RX 9050, dengan meluncurkan kartu RX 9050 Challenger 8 GB miliknya sendiri. Akan tetapi, belum ada harga pasti untuk kartu ini dan rencananya hanya akan diluncurkan di Amerika Latin dan Asia Pasifik.

blank
(Foto: ASRock)

Radeon RX 9050 dibekali 8 GB GDDR6, 16 Compute Units, boost clock hingga sekitar 2,6 GHz, serta konsumsi daya (TBP) hanya 92 watt. GPU ini juga telah mendukung berbagai fitur terbaru AMD seperti FidelityFX Super Resolution (FSR) 4, Frame Generation, HYPR-RX, serta akselerasi AI berbasis RDNA 4 untuk meningkatkan performa gaming dan kualitas visual.

Peluncuran Radeon RX 9050 menunjukkan bahwa AMD masih agresif memperluas lini GPU untuk segmen mainstream. Kendati demikian, gamer dapat mempertimbangkan apakah memilih untuk memakai GPU terbaru atau memakai generasi yang lebih lawas.

Sebagai perbandingan, Radeon RX 9050 hadir dengan harga yang sedikit lebih tinggi dibanding pendahulunya. AMD membanderol GPU ini mulai USD279, atau sekitar USD10 lebih mahal dibanding Radeon RX 7600 yang meluncur pada harga yang disarankan USD269 untuk konsumen.

Dari sisi performa gaming secara umum, Radeon RX 7600 masih memiliki spesifikasi komputasi yang lebih tinggi. Sementara itu, Radeon RX 9050 mengandalkan arsitektur terbaru RDNA 4 yang menghadirkan peningkatan pada efisiensi daya, ray tracing, dan fitur AI.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *