Kapsultekno.com - Qualcomm mengumumkan peluncuran chip PC terbaru, Qualcomm Snapdragon X2 Plus di event Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas. Seri baru ini menambah portofolio Qualcomm selain Snapdragon X2 Elite dan Snapdragon X2 Elite Extreme yang telah diumumkan sebelumnya.
Qualcomm Snapdragon X2 Plus dirancang untuk memperkuat performa perangkat komputasi modern dengan dukungan kemampuan AI terintegrasi. Chip ini diharapkan bersaing di segmen PC berbasis AI.
Inisiatif ini mencerminkan strategi Qualcomm yang semakin agresif dalam menghadirkan solusi chip tidak hanya untuk ponsel dan perangkat konsumer, tetapi juga perangkat komputasi canggih yang mengandalkan pemrosesan AI tingkat lanjut, termasuk laptop dengan desain tipis dan ringan.

Baca Juga: Robot LG CLOiD dengan Chip AI Bantu Pekerjaan Rumah, Tampil di CES 2026
Menurut Qualcomm, Snapdragon X2 Plus akan tersedia dengan CPU enam inti atau 10 inti dan memberikan kinerja puncak hingga 35% lebih cepat dibandingkan generasi Plus sebelumnya.
Salah satu keunggulan terbesar Snapdragon X2 Plus adalah konsumsi daya yang jauh lebih hemat. Qualcomm mengklaim chip ini menggunakan hingga 43% lebih sedikit daya dibanding pendahulunya pada tingkat performa yang sama. Dampaknya, laptop dapat menawarkan daya tahan baterai hingga beberapa hari penggunaan ringan.
Tidak hanya itu, chip ini dibekali NPU Hexagon dengan kemampuan hingga 80 TOPS, memenuhi standar Copilot+ PC dari Microsoft.
Qualcomm Ungkap Chip Baru Dragonwing IQ10
Selain chip PC, Qualcomm mengumumkan langkah strategisnya memasuki ranah robotik humanoid. Perusahaan percaya pasar untuk AI fisik atau robot akan bernilai hingga USD1 triliun pada tahun 2040.
Oleh karena itu, Qualcomm mengumumkan chip Dragonwing IQ10 baru untuk sistem AI fisik (robot), mulai dari robot industri hingga robot humanoid. Dragonwing IQ10 memiliki kemampuan menjalankan AI lokal (on-device AI) dengan performa hingga 700 TOPS, memungkinkan robot menjalankan model AI generatif, pengenalan objek, navigasi, pengambilan keputusan, dan pemahaman lingkungan secara real-time tanpa bergantung pada cloud.
Platform ini menggunakan CPU Qualcomm Oryon 18-core yang dioptimalkan untuk kebutuhan robotika seperti pemrosesan sensor, kontrol gerakan, perencanaan jalur, dan pengambilan keputusan secara simultan.
Baca Juga: UBTECH Pamer Robot Humanoid Walker S2 yang Lincah Bermain Tenis
Qualcomm secara khusus menyebut IQ10 sebagai platform untuk robot humanoid generasi berikutnya yang mampu melihat, memahami lingkungan, berinteraksi dengan manusia, dan melakukan tugas kompleks secara mandiri.
Qualcomm bukanlah satu-satunya perusahaan yang ingin membuat gebrakan di industri robotika. Nvidia, Intel, AMD, dan sejumlah pembuat chip lainnya bertujuan untuk menjadi perusahaan andalan untuk AI fisik seiring teknologi ini terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang.