TERBARU
Memuat berita terbaru...
Microsoft Dukung Implementasi AI dan Cloud di Sektor Keuangan dan Pendidikan Tinggi
Microsoft dorong adopsi AI aman di sektor keuangan dan pendidikan melalui infrastruktur cloud lokal.

Kapsultekno.com - Microsoft menegaskan komitmennya dalam menghadirkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang aman, patuh regulasi, dan terpercaya di Indonesia. Komitmen tersebut disampaikan dalam ajang Microsoft AI Summit Indonesia yang digelar di Jakarta, Selasa (13/5/2026), bertepatan dengan satu tahun beroperasinya Indonesia Central cloud region, pusat data lokal Microsoft di Indonesia.

Dalam acara yang dihadiri regulator, pelaku industri, dan mitra bisnis tersebut, Microsoft menampilkan implementasi AI dan cloud di dua sektor strategis, yakni jasa keuangan melalui BNI Finance serta pendidikan tinggi melalui Universitas Terbuka.

Kedua sektor tersebut dinilai membutuhkan standar tinggi dalam keamanan data, tata kelola, dan kepatuhan regulasi. President Director Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, mengatakan kepercayaan menjadi fondasi utama dalam pengembangan AI di era saat ini.

“Di era Frontier AI, kepercayaan menjadi fondasi utama. Kami berkomitmen untuk menghadirkan teknologi cloud dan AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga selaras dengan kebutuhan regulasi di Indonesia. Dengan infrastruktur lokal dan kapabilitas keamanan kelas dunia, kami ingin memastikan bahwa setiap organisasi termasuk di sektor jasa keuangan dapat berinovasi tanpa mengorbankan aspek compliance dan governance,” kata Dharma melalui keterangan resminya.

Baca Juga: Respons Keluhan Pengguna, Microsoft Janji Perbaiki Masalah di Windows 11

Microsoft menyebut seluruh layanan cloud dan AI melalui Indonesia Central cloud region telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan data residency di dalam negeri. Infrastruktur ini juga mendukung organisasi dalam mematuhi regulasi nasional, termasuk sektor jasa keuangan yang memiliki aturan ketat terkait pengelolaan data dan keamanan digital.

Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan RI, Hernawan Bekti Sasongko turut menghadiri sesi keynote acara Microsoft AI Summit Indonesia (Foto: Microsoft)

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Hernawan Bekti Sasongko, menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan industri dalam mendorong transformasi digital yang bertanggung jawab.

“Kami memandang bahwa pemanfaatan AI, cloud, dan teknologi digital di sektor jasa keuangan perlu terus didorong secara bertanggung jawab, dengan tetap mengedepankan tata kelola yang kuat, manajemen risiko yang terukur, keamanan siber, dan perlindungan konsumen yang memadai. Kami percaya bahwa kolaborasi antara regulator, penyedia teknologi, pelaku industri jasa keuangan, akademisi, dan talenta digital Indonesia menjadi salah satu kunci dalam mempercepat transformasi keuangan digital nasional," jelasnya.

Baca Juga: Kolaborasi BINAR dan Microsoft Cetak 145 Ribu ASN Siap AI, Dimulai dari Banten

Microsoft juga mengumumkan pembaruan daftar kelengkapan regulasi bersama OJK guna membantu bank, perusahaan pembiayaan, hingga lembaga jasa keuangan lainnya dalam memenuhi proses kepatuhan saat menjalankan transformasi digital berbasis cloud dan AI.

Di sektor jasa keuangan, BNI Finance menjadi salah satu contoh implementasi teknologi cloud Microsoft berskala besar. Perusahaan tersebut memigrasikan sistem inti (core system) ke Microsoft Azure melalui Indonesia Central cloud region. Migrasi mencakup lebih dari 200 terabyte data dan lebih dari 100 aplikasi yang diselesaikan dalam waktu kurang dari dua bulan tanpa mengganggu operasional bisnis.

Baca Juga: Microsoft Sebut Copilot AI Hanya untuk Hiburan? Ini Faktanya

Sementara itu, Universitas Terbuka menunjukkan pemanfaatan AI untuk memperluas akses pendidikan tinggi. Perguruan tinggi negeri berbasis pembelajaran jarak jauh tersebut saat ini memiliki lebih dari 1,8 juta mahasiswa terdaftar dan 768.248 mahasiswa aktif pada Semester 1 Tahun 2025.

Sejak bekerja sama dengan Microsoft pada 2013, Universitas Terbuka memanfaatkan Microsoft Azure, Azure OpenAI Service, dan Microsoft Foundry untuk menghadirkan AI Tutor, asisten pembelajaran berbasis AI yang merujuk pada materi ajar resmi kampus.

Teknologi tersebut telah diterapkan di sekitar 500 kelas dan digunakan lebih dari 100.000 mahasiswa. Implementasi AI Tutor disebut membantu meningkatkan partisipasi diskusi daring dan mempercepat proses penilaian tugas dari beberapa hari menjadi satu hingga dua hari.

President Director Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, membuka acara Microsoft AI Summit Indonesia (Foto: Microsoft)

Baca Juga: Microsoft Catat Penurunan Penjualan Konsol Game Xbox, Pendapatan Anjlok 33%

Microsoft juga menyoroti pentingnya pengembangan ekosistem AI nasional yang berkelanjutan melalui kombinasi infrastruktur cloud lokal, platform data dan AI terintegrasi, hingga alat produktivitas seperti Microsoft 365 Copilot dan GitHub Copilot.

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu sebelumnya mengumumkan investasi senilai USD1,7 miliar di Indonesia hingga 2028 untuk mendukung pengembangan infrastruktur cloud dan AI, sekaligus memperkuat pengembangan talenta digital nasional.

“Indonesia memiliki semua elemen untuk menjadi frontier AI berikutnya, skala, talenta, dan momentum transformasi digital. Fokus kami adalah memastikan bahwa transformasi ini dibangun di atas fondasi kepercayaan yang kuat, sehingga inovasi dapat berjalan seiring dengan keamanan dan kepatuhan,” tutup Dharma.

Baca Juga: Microsoft Siapkan Gaming Copilot AI untuk Konsol Game Xbox

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *