Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Ini Alasan Meta Naikkan Harga Headset VR Quest 3 dan Quest 3S
Meta menaikkan harga Quest 3 dan 3S akibat krisis memori global dan lonjakan permintaan AI.

Kapsultekno.com - Perusahaan teknologi Meta Platforms resmi mengumumkan kenaikan harga headset virtual reality (VR) mereka, yakni Meta Quest 3 dan Meta Quest 3S. Kenaikan harga ini dilakukan menyusul krisis global pada komponen memori.

Kebijakan ini mulai berlaku pada 19 April 2026 di pasar Amerika Serikat. Seperti diketahui, kenaikan harga tersebut dipicu lonjakan biaya produksi, terutama pada komponen memori (RAM) yang kini semakin langka akibat tingginya permintaan dari industri kecerdasan buatan (AI).

Dalam pernyataannya, Meta menyebut bahwa “biaya membangun perangkat VR berperforma tinggi telah meningkat secara signifikan,” seiring naiknya harga komponen penting tersebut.

blank

Harga Baru Quest 3 dan Quest 3S

Berdasarkan pengumuman terbaru, harga headset mengalami kenaikan cukup signifikan. Model entry-level Meta Quest 3S 128GB naik dari 300 dolar AS menjadi 350 dolar AS, sementara varian 256GB meningkat dari 400 dolar AS menjadi 450 dolar AS.

Baca Juga: Meta Uji Layanan Berbayar Baru Instagram Premium, Apa Saja Fiturnya?

Adapun Meta Quest 3 512GB mengalami kenaikan paling besar, dari 500 dolar AS menjadi 600 dolar AS. Selain unit baru, perangkat refurbished juga ikut mengalami penyesuaian harga. Namun, Meta memastikan bahwa harga aksesori resmi tetap tidak berubah.

Dampak Krisis Memori Global

Krisis memori global menjadi faktor utama di balik kebijakan ini. Permintaan tinggi dari sektor AI membuat produksi chip memori lebih difokuskan untuk kebutuhan data center dibanding perangkat konsumen seperti VR.

Kondisi ini berdampak luas pada industri teknologi, termasuk produsen perangkat keras lainnya. Fenomena serupa juga terjadi pada berbagai produk elektronik, mulai dari konsol game hingga komputer, yang turut mengalami kenaikan harga akibat keterbatasan pasokan komponen.

Strategi Jangka Panjang Meta di VR

Meski menghadapi tekanan biaya dan tantangan industri, Meta menegaskan komitmennya terhadap pengembangan VR. Perusahaan menyatakan tetap memiliki “roadmap jangka panjang penuh dengan perangkat keras dan pengalaman baru” untuk memperkuat ekosistem metaverse mereka.

Baca Juga: Saingi OpenAI dan Google, Meta Luncurkan Model AI Terbaru “Muse Spark”

Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun industri VR menghadapi tantangan dari sisi biaya dan pasokan, Meta masih melihat potensi besar pada teknologi imersif di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top