TERBARU
Memuat berita terbaru...
Fitur Scam Alert WhatsApp Kini Tersedia untuk Pengguna Beta di Android
WhatsApp menguji Scam Alert berbasis AI di perangkat Android untuk memperingatkan pengguna terhadap pesan yang diduga penipuan.

Kapsultekno.com - WhatsApp diketahui tengah mengembangkan fitur Scam Alert. Untuk memastikan fitur tersebut berjalan mulus di semua perangkat, perusahaan kini melakukan uji coba pada sebagian pengguna di platform android yang terdaftar dalam program beta WhatsApp.

Informasi ini berasal dari orang-orang di WABetaInfo, yang menemukan perkembangan pada versi beta 2.26.34.1 dari WhatsApp untuk Android, dikutip dari GSMArena.

Seperti namanya, Scam Alert akan memperingatkan pengguna jika pesan masuk dari pengirim yang tidak dikenal tampaknya merupakan penipuan, tanpa pengirim mengetahui bahwa penerima menggunakan fitur Scam Alert.

Ketika pengguna WhatsApp menerima peringatan Scam Alert, mereka dapat menandai pengirim sebagai tepercaya atau memblokir dan melaporkannya. Jika mereka menandai obrolan sebagai tepercaya, mereka juga dapat membagikan lima pesan terakhir dari percakapan tersebut dengan WhatsApp untuk membantu meningkatkan akurasi fitur.

Namun, agar berfungsi, Scam Alert harus diaktifkan secara manual di menu Pengaturan > Akun WhatsApp untuk Android, karena fitur ini bersifat opsional.

Dalam sebuah posting blog resmi, Meta menggambarkan Scam Alert WhatsApp sebagai "fitur opsional baru yang menjalankan model pembelajaran mesin di perangkat untuk mengingatkan pengguna tentang potensi pesan penipuan".

"Tidak ada konten pesan yang meninggalkan perangkat untuk klasifikasi atau dilaporkan secara otomatis ke WhatsApp, Meta, atau siapa pun. Fitur ini melengkapi enkripsi end-to-end sambil memungkinkan peringatan penipuan opsional yang dikendalikan pengguna ketika model tersebut meyakini ada kemungkinan penipuan," kata Meta lebih lanjut.

Sekadar informasi, WhatsApp didirikan oleh Jan Koum dan Brian Acton pada 24 Februari 2009 di California, Amerika Serikat. Awalnya, aplikasi ini dibuat untuk memungkinkan pengguna membagikan status kepada kontak. Konsep tersebut kemudian berkembang menjadi layanan pesan instan.

Popularitas WhatsApp tumbuh sangat cepat. Pada awal 2014, aplikasi ini telah memiliki sekitar 450 juta pengguna aktif bulanan. Facebook kemudian mengumumkan akuisisi WhatsApp pada Februari 2014 dengan nilai awal US$16 miliar, sementara jika ditambah kompensasi saham untuk pendiri dan karyawan, total nilai transaksi mencapai sekitar US$19 miliar.

Kini WhatsApp telah berkembang menjadi salah satu platform komunikasi terbesar di dunia. Berdasarkan informasi resmi WhatsApp, lebih dari 3 miliar orang di lebih dari 180 negara menggunakan layanan tersebut. Selain pesan teks, WhatsApp kini menawarkan panggilan suara dan video, grup, Channels, Communities, WhatsApp Business, serta berbagai fitur keamanan untuk melindungi pengguna dari spam dan penipuan.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *