Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
ESET Hadirkan Cloud Workload Protection untuk Pengguna ESET PROTECT di Indonesia
ESET meluncurkan Cloud Workload Protection gratis untuk meningkatkan keamanan hybrid dan multi-cloud perusahaan Indonesia.

Kapsultekno.com- ESET resmi menghadirkan fitur baru ESET Cloud Workload Protection yang terintegrasi langsung dalam platform ESET PROTECT tanpa biaya tambahan bagi pelanggan di Indonesia. Solusi ini dirancang untuk membantu organisasi melindungi workload di lingkungan hybrid dan multi-cloud di tengah meningkatnya ancaman siber terhadap infrastruktur cloud.

Peluncuran fitur baru tersebut diumumkan pada 7 Mei 2026. Melalui integrasi ke platform ESET PROTECT, pengguna dapat memantau keamanan endpoint dan cloud dalam satu dashboard terpadu atau single pane of glass. Teknologi ini juga memperkaya telemetri untuk kebutuhan deteksi dan respons ancaman siber secara lebih cepat dan efisien.

Kehadiran ESET Cloud Workload Protection dinilai relevan dengan pesatnya adopsi cloud di Indonesia. Berdasarkan laporan Mordor Intelligence, pasar cloud Indonesia diperkirakan mencapai USD2,81 miliar pada 2026 dan diproyeksikan tumbuh hingga USD5,5 miliar pada 2031. Namun, pertumbuhan tersebut turut diiringi peningkatan risiko keamanan data dan serangan siber.

blank

Baca Juga: Ancaman Siber 2026: Skema AI, Deepfake hingga Gelombang Kejahatan Digital

Secara global, studi IBM mencatat rata-rata kerugian akibat pelanggaran data di public cloud mencapai USD5,17 juta per insiden. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan lingkungan IT lainnya. Kondisi ini diperparah oleh masih banyaknya organisasi, khususnya UKM, yang belum memiliki perlindungan optimal pada layer cloud.

“Semakin banyak organisasi di Indonesia sekarang yang menganggap bahwa public cloud itu sebagai urat nadi inisiatif bisnis digital mereka,” kata Yudhi Kukuh, CTO Prosperita Group melalui keterangan resminya.

“Dengan ESET Cloud Workload Protection, kami mengurangi permukaan serangan yang dihadapi pengguna dengan memperluas proteksi ke cloud workload mereka di public cloud serta private cloud dan virtual machine di on-premise,” lanjutnya.

Baca Juga: Pakar Keamanan Siber Ungkap 7 Tips Aman Gunakan Internet Banking

Seluruh pengguna ESET PROTECT, kecuali paket PROTECT ENTRY, kini dapat menggunakan fitur tersebut tanpa biaya tambahan. Integrasi dapat dilakukan dengan berbagai layanan cloud populer seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, maupun Google Cloud Platform (GCP).

Setelah terhubung, sistem akan memasukkan data virtual machine (VM) cloud ke platform ESET PROTECT XDR untuk memberikan visibilitas keamanan yang lebih luas. Admin kemudian dapat melakukan deployment agen proteksi agar VM terlindungi dari berbagai ancaman siber yang semakin kompleks, termasuk ransomware dan serangan berbasis perilaku.

ESET juga menyematkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam modul Cloud Workload Protection. Teknologi tersebut digunakan untuk mendeteksi anomali, menganalisis ancaman berbasis behavior, hingga mengotomatisasi respons keamanan sehingga tim IT dapat merespons serangan lebih cepat sebelum dampaknya meluas.

Baca Juga: WhizHack Technologies Dorong Ketahanan Siber Lewat Kolaborasi Industri di Indonesia

Selain ringan untuk dijalankan di server, solusi ini juga membantu organisasi memenuhi kebutuhan audit dan kepatuhan keamanan data. Sistem mendukung validasi kontrol keamanan serta penyediaan audit evidence untuk berbagai standar seperti NIST, CIS, dan PCI DSS.

Kemampuan tersebut dinilai penting di tengah meningkatnya tuntutan regulasi perlindungan data di Indonesia, termasuk kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan pedoman keamanan dari BSSN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top