Kapsultekno.com- Perusahaan robot humanoid di China kini sedang mengalami perubahan strategi signifikan, dari sekadar memproduksi tubuh robot ke pengembangan sistem kecerdasan yang memungkinkan robot dapat beroperasi secara mandiri di lingkungan nyata.
Hal ini terungkap melalui pengumuman terbaru dari perusahaan Shenzhen, Dobot, yang menyatakan telah mengirim batch ketiga robot humanoid Atom, menandai pergeseran dari prototipe laboratorium ke produk industrial siap pasar.
Menurut Dobot, kemampuan robot ini didukung oleh model vision-language-action (VLA) yang dikembangkan sendiri, yang memungkinkan robot “melihat”, “memahami” instruksi ambigu, serta membuat keputusan secara otonom.
Sebelumnya robot ini sempat diujicobakan untuk tugas sederhana seperti melayani popcorn di sebuah bioskop di Shenzhen. “Kemampuan untuk beradaptasi secara mandiri berdasarkan pemahaman lingkungan merupakan titik awal bagi robot humanoid untuk menciptakan nilai dalam aplikasi industri," kata Dobot.

Baca Juga: UBTECH Pamer Robot Humanoid Walker S2 yang Lincah Bermain Tenis
Langkah ini mencerminkan perubahan fokus industri dari sekadar membangun robot yang bisa bergerak, ke menciptakan “otak” yang mampu memahami tugas dalam konteks dunia nyata. Ini merupakan inovasi yang dianggap kunci untuk menjembatani robot dari demo teknologi ke penggunaan komersial yang lebih luas.
Seiring dengan langkah Dobot, kompetitor seperti UBTech juga mengambil pendekatan serupa. Perusahaan ini baru-baru ini membuka akses open-source untuk model besar multimodalnya yang dinamakan Thinker, dalam upaya mengatasi masalah seperti lag dan ketidakakuratan spasial yang kerap dialami robot humanoid.
Baca Juga: Airbus Eksplorasi Robot Humanoid untuk Produksi Pesawat Terbang
Peralihan fokus ini juga terjadi di industri lebih luas, di mana beberapa perusahaan China lainnya berupaya memadukan teknologi AI lanjutan dan robot fisik (embodied AI) untuk aplikasi praktis, termasuk di sektor manufaktur dan layanan.
Langkah ini selaras dengan tren yang terlihat di beberapa inisiatif global, seperti penggunaan humanoid di pabrik, serta target pemasaran robot untuk layanan di kehidupan sehari-hari.