Kapsultekno.com - Amazon mempercepat ambisinya menjadikan drone sebagai bagian penting dari sistem logistik dengan memperluas layanan Prime Air ke hampir 500 kota dan wilayah di Amerika Serikat pada akhir 2026.
Ekspansi ini akan meningkatkan jangkauan layanan sekitar enam kali lipat dibandingkan cakupan Prime Air saat ini yang beroperasi di 11 lokasi. Amazon menyebut pelanggan di wilayah yang memenuhi syarat nantinya dapat menerima sejumlah produk dalam waktu sesingkat 30 menit setelah melakukan pemesanan.
Langkah tersebut menandai perkembangan besar bagi program pengiriman drone Amazon yang pertama kali diperkenalkan pendiri perusahaan, Jeff Bezos, pada 2013. Setelah melewati lebih dari satu dekade pengembangan, Prime Air kini mulai bergerak dari proyek terbatas menuju jaringan pengiriman yang jauh lebih luas.
Amazon mengatakan Prime Air akan diperluas ke hampir 500 kota dan wilayah di AS hingga penghujung 2026. Saat ini layanan tersebut telah tersedia di sejumlah wilayah di Arizona, Florida, Kansas, Louisiana, Michigan, Nebraska, dan Texas.

Beberapa wilayah baru yang akan mendapatkan layanan tersebut mencakup Chicago, Atlanta, Cleveland, Syracuse, dan Boise, selain sejumlah komunitas lain di negara bagian Illinois, Georgia, Ohio, Idaho, dan New York.
Setiap lokasi operasional Prime Air dapat mencakup area sekitar 175 mil persegi. Amazon menggunakan jaringan pusat pengiriman yang ditempatkan sedekat mungkin dengan pelanggan agar drone dapat menempuh perjalanan singkat menuju titik pengantaran.
David Carbon, Vice President Amazon Prime Air, mengatakan layanan tersebut dirancang untuk memberikan pilihan pengiriman yang lebih cepat dibandingkan pengiriman standar Amazon.
"Pelanggan sudah beralih ke Amazon untuk Same and Next-Day Delivery yang cepat, dan Prime Air memberi mereka opsi yang lebih cepat saat mereka membutuhkannya, dengan pengiriman secepat 30 menit. Kami sudah mengirimkan ratusan ribu paket kepada pelanggan dengan drone tahun ini," ujar David, dikutip dari website Amazon News.
Pernyataan David Carbon tersebut disampaikan dalam pengumuman Amazon mengenai ekspansi Prime Air. Amazon juga memperkirakan Prime Air dapat mencapai 1 juta pengiriman drone sepanjang 2026. Hingga pertengahan tahun, perusahaan mengatakan telah menyelesaikan ratusan ribu pengiriman menggunakan drone, dengan ribuan pengiriman dilakukan setiap hari.
Tidak Semua Barang Bisa Dikirim Drone
Meski cakupannya diperluas secara agresif, Prime Air tidak ditujukan untuk seluruh jenis pesanan Amazon. Drone Amazon dirancang untuk membawa paket dengan bobot maksimal sekitar 5 pound atau 2,3 kilogram. Dengan batas tersebut, layanan lebih cocok untuk barang berukuran kecil seperti kebutuhan rumah tangga, elektronik tertentu, kosmetik, obat-obatan, dan bahan makanan.
Amazon sebelumnya menyebut lebih dari 60.000 produk telah memenuhi syarat untuk pengiriman drone, termasuk sejumlah produk teknologi seperti iPhone. Perusahaan juga menyatakan proses dari pelanggan menekan tombol pemesanan hingga paket tiba dapat berlangsung dalam waktu 60 menit atau kurang di wilayah yang sudah mendukung Prime Air.
Artinya, konsep pengiriman drone Amazon bukan sekadar mengganti truk dengan pesawat kecil. Sistem tersebut dirancang sebagai layanan khusus untuk barang ringan yang membutuhkan pengiriman cepat.
Drone MK30 Terbang Tanpa Mendarat
Prime Air menggunakan drone generasi terbaru yang dikenal sebagai MK30. Berbeda dari rancangan awal yang mengharuskan drone mendarat untuk menyerahkan paket, MK30 dapat melayang beberapa meter di atas permukaan dan melepaskan paket ke area pengantaran.
Pendekatan tersebut memungkinkan drone tetap berada di udara sehingga tidak membutuhkan area pendaratan khusus di rumah pelanggan.
Amazon juga mengembangkan sistem navigasi dan Detect-and-Avoid untuk membantu drone mendeteksi serta menghindari objek di udara maupun di permukaan tanah. Teknologi ini dirancang agar drone dapat mengambil keputusan secara otomatis ketika menemukan kondisi yang tidak sesuai dengan rute awal.
Untuk pelanggan, prosesnya relatif sederhana. Setelah memilih barang yang memenuhi syarat, pelanggan menentukan lokasi pengantaran. Sistem kemudian menentukan apakah rumah atau lokasi tersebut dapat menerima paket melalui Prime Air.
Amazon sebelumnya menyatakan akurasi estimasi waktu pengiriman drone dapat mencapai sekitar lima menit, sehingga pelanggan tidak perlu menunggu sepanjang hari seperti pada sebagian layanan pengiriman konvensional.
Pengiriman 30 Menit Jadi Senjata Baru Amazon
Ekspansi Prime Air tidak berdiri sendiri. Amazon sedang memperluas berbagai bentuk layanan pengiriman cepat di AS.
Pada 2026, perusahaan juga memperluas Amazon Now, layanan yang menawarkan ribuan kebutuhan sehari-hari seperti bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga dalam waktu sekitar 30 menit. Amazon menargetkan layanan tersebut menjangkau puluhan juta pelanggan.
Sementara Prime Air memberikan pendekatan berbeda karena paket dikirim langsung melalui udara. Secara teori, drone dapat menghindari kemacetan dan mengambil jalur yang lebih langsung dibandingkan kendaraan darat.
Tantangan Regulasi dan Keluhan Warga
Di balik ekspansi besar tersebut, Amazon masih menghadapi sejumlah tantangan. Meski telah memperoleh persetujuan dari Federal Aviation Administration (FAA) untuk mengoperasikan drone dalam kondisi tertentu, Amazon tetap membutuhkan persetujuan lokal di komunitas yang menjadi sasaran ekspansi. Proses tersebut dapat melibatkan rapat pemerintah daerah dan masukan dari masyarakat.
Salah satu isu yang paling sering muncul adalah suara drone. Dalam sebuah pertemuan perencanaan di Nampa, Idaho, eksekutif Amazon Sam Bailey mengatakan drone akan terdengar selama sekitar 20 detik ketika turun dan kemudian meninggalkan area. Amazon juga telah melakukan perubahan pada ketinggian penerbangan dan rute untuk mengurangi gangguan bagi masyarakat.
Masalah privasi juga menjadi perhatian karena drone dilengkapi kamera dan sensor. Amazon mengatakan kamera tersebut digunakan untuk navigasi, bukan untuk mengawasi aktivitas warga.
Selain itu, faktor keselamatan masih menjadi sorotan. Pada 2025, dua drone Amazon dilaporkan bertabrakan dengan sebuah crane di Arizona. Insiden tersebut kemudian menjadi bagian dari penyelidikan National Transportation Safety Board.
Pada Agustus 2026, perhatian terhadap keandalan sistem kembali muncul setelah sebuah drone Amazon menjatuhkan paket ke kolam renang pelanggan di Texas. Insiden tersebut terekam dalam video dan menjadi viral.
Amazon mengatakan insiden seperti itu jarang terjadi dan perusahaan terus meningkatkan sistem pengantaran serta keselamatan drone.
