Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
CEO Adam Mosseri Ungkap Ledakan AI Bikin Mati Estetika Instagram
Bos Instagram Adam Mosseri menyatakan estetika feed Instagram mati karena AI, dorong transparansi serta autentikasi konten.

Kapsultekno.com - CEO Instagram, Adam Mosseri menyatakan estetika foto kotak yang dipoles secara rapi, yang pernah menjadi ciri khas Instagram dan membuatnya populer kini telah "mati" setelah penggunaan teknologi AI yang kian masif.

Dikutip dari Businessinsider, Adam Mosseri mengatakan bahwa penyebaran gambar AI telah membunuh tampilan feed yang terkurasi. Bos Instagram tersebut mengatakan para kreator harus merangkul "estetika yang lebih alami" di era AI.

Dalam pesan akhir tahun yang diposting di Threads, Adam Mosseri mengatakan bahwa platform tersebut harus berevolusi untuk mengatasi banjir konten yang dihasilkan AI di masa mendatang.

Menurutnya, pengguna kini lebih sering membagikan momen sehari-hari yang tidak dipoles atau ditata agar tampil menarik dan estetis. Ia juga menyoroti era sebelum popularitas AI, di mana gaya kurasi visual jadi daya tarik Instagram dengan tampilan grid foto serba rapi, konsisten, dan estetik melalui filter, preset, serta perencanaan visual.

blank
Adam Mosseri, CEO Instagram - Foto Anthony Quintano (CC BY 2.0 / Wikimedia Commons)

Adam Mosseri menganggap, dengan penggunaan AI yang kini semakin pesat, nilai dari penataan estetis dalam feed dan menjaga keaslian foto menjadi rusak. Sebab, konten foto-foto estetis tersebut kalah oleh konten AI yang terlihat nyata dan unggahan semacam itu kini murah dibuat serta membanjiri umpan.

"Feed itu sudah mati. Orang-orang sebagian besar sudah berhenti berbagi momen pribadi di feed bertahun-tahun yang lalu," kata eksekutif Meta tersebut, menambahkan bahwa pengguna sekarang memberi tahu teman-teman mereka tentang kehidupan pribadi mereka melalui "foto sepatu dan foto candid yang kurang menarik" yang dibagikan melalui pesan langsung.

Baca Juga: Modal Smartphone Jadi Content Creator? Bisa Kok! Perhatikan 7 Tips Ini

Mosseri mengatakan semakin meluasnya gambar AI berarti para kreator harus merangkul tren ini, menjauhi grid yang terkurasi dan fotografi bergaya profesional demi "estetika yang lebih mentah."

Selain mengumumkan perubahan estetika, Mosseri mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi Instagram dalam membedakan konten nyata dari konten buatan AI yang semakin maju.

Ia memperingatkan bahwa seiring kemampuan AI semakin realistis, platform akan semakin sulit mengidentifikasi mana yang dihasilkan manusia dan mana yang sintetis.

Baca Juga: Meta Akuisisi Manus AI Senilai Rp33 Triliun untuk Perkuat Agen Kecerdasan Buatan

Untuk mengatasi persoalan ini, Mosseri mengusulkan beberapa pendekatan, termasuk pelabelan konten AI dengan lebih jelas, peningkatan transparansi tentang pembuat konten, serta pengembangan alat yang memberi keunggulan bagi pembuat konten manusia.

Ia juga menyarankan kemungkinan penggunaan tanda kriptografis oleh produsen kamera untuk memverifikasi keaslian foto sebagai bukti nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top