Kapsultekno.com - Meta Platforms Inc mengumumkan akuisisi terhadap Manus, startup kecerdasan buatan yang berbasis di Singapura. Startup ini dikenal karena agen AI “generalis” autonomnya.
Akuisisi tersebut dilaporkan bernilai lebih dari USD2 miliar atau sekitar Rp33 triliun lebih. Kesepakatan ini menandai salah satu investasi terbesar Meta dalam teknologi AIdi luar investasi infrastruktur dan pengembangan internalnya, dikutip dari Reuters.
Manus awalnya didirikan oleh pendiri asal Tiongkok melalui Butterfly Effect pada 2022 dan kemudian memindahkan markas ke Singapura. Platformnya menawarkan agen AI yang dapat menyelesaikan tugas kompleks seperti penelitian, analisis data, dan pengkodean secara mandiri dengan sedikit pengawasan manusia.
Startup tersebut telah mencapai pendapatan berulang tahunan lebih dari USD100 juta dalam delapan bulan sejak peluncurannya.
Baca Juga: OpenAI Dorong Developer Daftarkan Aplikasi agar Muncul di ChatGPT
Meta berencana mengintegrasikan teknologi Manus ke dalam produk-produk utamanya, termasuk Meta AI serta layanan konsumen dan bisnis lain seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
Perusahaan menegaskan bahwa Manus akan terus beroperasi sebagai layanan berlangganan yang berdiri sendiri. Tim dan teknologinya diintegrasikan ke dalam organisasi AI Meta.
Baca Juga: Anak Muda dan Kreator Padati Festival “Nyasar ke Dimensi Facebook” di Gandaria City
Sebagai bagian dari langkah ini, semua hubungan kepemilikan China dalam Manus akan diputus, dan layanan Manus akan menghentikan operasinya di Tiongkok.
Akuisisi ini mencerminkan dorongan Meta untuk memperluas kapabilitas kecerdasan buatannya dan bersaing dengan perusahaan teknologi besar lain seperti Google dan OpenAI dalam pengembangan agen AI otonom yang lebih canggih.