Kapsultekno.com - Valve menghadapi tantangan baru dalam peluncuran Steam Machine generasi berikutnya akibat lonjakan harga memori (RAM) dan penyimpanan di pasar global.
Menurut laporan T3, meskipun Valve belum secara resmi menyatakan penundaan, tekanan dari biaya komponen yang terus meningkat membuat perusahaan harus mengkaji ulang rencana tanggal peluncuran dan harga akhir perangkat.
Ketika Valve mengumumkan Steam Machine, Steam Frame (headset VR), dan Steam Controller pada November lalu, perusahaan mengatakan perangkat akan tersedia pada paruh pertama 2026.

Akan tetapi, dalam pembaruan terbaru melalui blog resminya, Valve menegaskan bahwa mereka masih berupaya untuk “menetapkan harga dan tanggal peluncuran yang bisa diumumkan dengan keyakinan”.
Hal tersebut menunjukkan kemungkinan perangkat akan meluncur lebih lambat.
Dampak Lonjakan Harga RAM pada Strategi Harga dan Peluncuran
Lonjakan pasar RAM telah menjadi isu signifikan yang mempengaruhi banyak produsen perangkat keras, termasuk Valve. Harga memori komputer dikabarkan telah meningkat tajam karena permintaan tinggi dari industri AI dan pusat data, yang mengalihkan sebagian besar pasokan ke segmen tersebut.
Baca Juga: 5 Februari, Garena Bakal Rilis Game Terbaru Choppy Cuts di Steam
Situasi ini membuat Valve sulit mematok harga Steam Machine di level yang kompetitif dibandingkan konsol lain seperti PlayStation atau Xbox.
Laporan menyebutkan bahwa Valve menyadari bahwa tingginya harga RAM dan SSD akan “mempengaruhi harga akhir” Steam Machine serta produk lainnya, dan oleh karena itu mereka memilih belum mengumumkan harga apa pun saat ini.
Baca Juga: Disney Hapus 14 Game dari Steam Tanpa Pemberitahuan, Ini Daftarnya
Meski Valve tidak secara jelas menyatakan tanggal peluncuran, ada kemungkinan peluncuran berada di ujung akhir dari paruh pertama 2026 atau bergeser lebih mundur jika pasar komponen tidak stabil.