TERBARU
Memuat berita terbaru...
Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan 8 Elite Gen 6, Apa Bedanya?
Qualcomm menghadirkan dua chipset flagship dengan performa dasar serupa, tetapi Extreme Gen 6 membawa kemampuan AI dan grafis lebih tinggi.

Kapsultekno.com - Qualcomm resmi memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6 sebagai dua platform mobile flagship terbarunya pada Snapdragon Summit 2026. Keduanya dibuat menggunakan proses fabrikasi 2nm dan memakai CPU Qualcomm Oryon dengan dua prime core hingga 5GHz serta 6 performance core hingga 4GHz.

Perbedaan utama kedua chipset bukan sekadar kecepatan CPU. Qualcomm menempatkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 sebagai platform tertinggi untuk smartphone premium, sementara Snapdragon 8 Elite Gen 6 ditujukan untuk perangkat flagship yang membutuhkan keseimbangan antara performa dan efisiensi.

Chris Patrick, Senior Vice President and General Manager of Mobile Handsets, Qualcomm Technologies, menjelaskan strategi tersebut dalam pengumuman perusahaan. "Hari ini menandai tonggak pencapaian penting saat kami memperkenalkan bukan hanya satu, melainkan dua platform seluler unggulan baru, yang menghadirkan pengalaman AI agen yang instan, personal, dan adaptif," kata Chris Patrick melalui keterangan resmi Qualcomm.

Snapdragon 8 Elite Gen 6 menawarkan peningkatan performa CPU hingga 10 persen dan efisiensi daya 37 persen dibanding generasi sebelumnya. Sementara Extreme Gen 6 diklaim memberikan peningkatan CPU hingga 13 persen. Pada GPU, Gen 6 membawa peningkatan performa hingga 35 persen dan efisiensi 40 persen dibanding generasi sebelumnya.

Perbedaan Terbesar Ada di GPU dan AI

Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mendapatkan Adreno Neural Fusion dan Adreno Matrix Cores yang dirancang untuk menjalankan pemrosesan AI langsung pada GPU. Teknologi ini dapat membantu menghasilkan grafis lebih kompleks melalui AI, termasuk super resolution, frame generation, dan rekonstruksi gambar.

Sementara itu, Snapdragon 8 Elite Gen 6 tidak membawa Matrix Cores tersebut. Namun, keduanya tetap menggunakan CPU Oryon, GPU Adreno generasi baru, Hexagon NPU dan Qualcomm Sensing Hub untuk menjalankan berbagai fitur AI di perangkat.

Extreme Gen 6 juga memiliki kapasitas shared memory yang lebih besar untuk pemrosesan AI dan mendukung model Mixture-of-Experts (MoE) dengan lebih dari 30 miliar parameter. Kemampuan ini ditujukan untuk menjalankan AI generatif dan agentic AI yang lebih kompleks langsung di smartphone.

Kemampuan Kamera dan Video Lebih Tinggi

Perbedaan juga terlihat pada kemampuan perekaman video. Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mendukung perekaman 8K hingga 60fps dan 4K hingga 240fps, serta codec profesional Advanced Professional Video (APV).

Chipset ini juga mendukung VVC atau H.266 untuk decoding video generasi berikutnya. Snapdragon 8 Elite Gen 6 memiliki kemampuan video yang lebih sederhana, dengan dukungan hingga 8K30 dan 4K120 untuk slow-motion.

Untuk konektivitas, kedua chipset menggunakan Snapdragon X105 5G Modem-RF dengan kecepatan download teoritis hingga 14,8Gbps. Keduanya juga mendukung Qualcomm FastConnect 8800 dengan Wi-Fi generasi terbaru dan kecepatan hingga sekitar 11,6Gbps.

Qualcomm menyebut smartphone berbasis kedua platform ini akan hadir dari sejumlah produsen, termasuk HONOR, iQOO, Motorola, OnePlus, OPPO, REDMI, RedMagic, vivo dan Xiaomi. Perangkat-perangkat tersebut diperkirakan menjadi bagian dari generasi flagship Android akhir 2026 hingga 2027.

Dengan demikian, Snapdragon 8 Elite Gen 6 tetap menawarkan fondasi performa flagship yang sangat tinggi, sedangkan Extreme Gen 6 menambahkan kemampuan khusus untuk AI, gaming dan produksi video profesional.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *