TERBARU
Memuat berita terbaru...
Living Lab Ventures Luncurkan Innolab, Buka Peluang Bisnis bagi Perusahaan Global di Indonesia
Living Lab Ventures meluncurkan Innolab untuk menghubungkan perusahaan global, startup, dan mitra lokal guna mengembangkan peluang bisnis di Indonesia.

Kapsultekno.com – Living Lab Ventures (LLV), perusahaan corporate venture capital milik Sinar Mas Land, meluncurkan Innovation Lab (Innolab), sebuah program yang dirancang untuk membantu perusahaan global memasuki pasar Indonesia melalui kemitraan strategis, pengujian teknologi, dan validasi peluang bisnis.

Peluncuran Innolab dilakukan di tengah pertumbuhan investasi Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang dikutip dalam siaran pers, realisasi investasi nasional pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, meningkat 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Program ini diharapkan dapat membantu perusahaan internasional memahami kebutuhan konsumen lokal, menemukan mitra bisnis yang sesuai, serta menguji kelayakan produk dan model bisnis sebelum memperluas operasionalnya di Indonesia.

Innolab diperkenalkan oleh Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures, dalam rangkaian acara Kumpul Connect for Change Summit 2026 pada 20 Oktober 2026. Acara tersebut berlangsung di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan.

Forum ini menjadi wadah untuk mempertemukan startup nasional dengan ekosistem global sekaligus memperluas peluang kerja sama bisnis. Dalam program Innolab, Kumpul turut berperan sebagai mitra ekosistem yang membantu menghubungkan perusahaan global dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia.

Melalui program ini, LLV memanfaatkan ekosistem Sinar Mas Land, termasuk BSD City, sebagai lingkungan pengujian untuk membantu perusahaan menilai relevansi teknologi dan solusi bisnis mereka terhadap kebutuhan pasar Indonesia.

Mulyawan Gani, CEO of Strategic Healthcare Investment & Ventures, Sinar Mas Land, mengatakan, “Indonesia memiliki potensi besar sebagai pintu masuk bagi perusahaan global yang ingin mengembangkan bisnisnya di Asia Tenggara".

"Melalui Innolab, kami memanfaatkan ekosistem Sinar Mas Land, salah satunya BSD City, sebagai living lab bagi perusahaan untuk memahami karakteristik pasar Indonesia, mengidentifikasi kebutuhan konsumen, serta menguji relevansi teknologi dan model bisnis yang dikembangkan. Perusahaan juga dapat membangun koneksi dengan calon mitra dan pemangku kepentingan yang tepat untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi dan memvalidasi potensi bisnis sebelum melakukan implementasi dalam skala yang lebih luas," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan pendekatan ini, pihaknya berharap LLV Innolab dapat membantu perusahaan global membangun pijakan bisnis yang kuat dan membuka peluang pertumbuhan jangka panjang di Indonesia.

Fokus pada Teknologi Strategis dan Komersialisasi

Innolab tidak hanya berfokus pada akses pasar atau market entry, tetapi juga mendorong kolaborasi pengembangan teknologi atau co-innovation. Program ini menyasar sejumlah sektor strategis, antara lain energi terbarukan, kesehatan digital, semikonduktor generasi terbaru, logistik berkelanjutan, dan solusi lingkungan.

Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures, menjelaskan bahwa Innolab dirancang untuk membantu perusahaan mengubah penjajakan pasar menjadi peluang bisnis yang konkret dan berkelanjutan.

“Kami bangga meluncurkan Innolab untuk membantu perusahaan global bergerak dari sekadar menjajaki pasar Indonesia menjadi membangun peluang bisnis yang nyata dan berkelanjutan. Bagi LLV, Innolab tidak hanya memfasilitasi akses pasar (market entry), tetapi juga mendorong kolaborasi pengembangan teknologi (co-innovation) di sektor strategis, yaitu energi terbarukan, kesehatan digital, semikonduktor generasi terbaru, logistik berkelanjutan, solusi lingkungan, dan sektor-sektor lain. Innolab turut menghadirkan alur program terstruktur mulai dari tahap penemuan (discovery), validasi ide (use case validation), hingga akselerasi eksperimen (POC acceleration)," kata Bayu.

Alur tersebut mencakup tiga tahapan utama. Pertama, discovery untuk menemukan kebutuhan pasar dan peluang kolaborasi. Kedua, use case validation untuk menguji apakah sebuah ide atau teknologi sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Ketiga, proof of concept (POC) acceleration untuk mempercepat eksperimen guna menilai kelayakan solusi sebelum diterapkan lebih luas.

BSD City Jadi Lingkungan Pengujian Inovasi

Salah satu pendekatan yang ditawarkan Innolab adalah Real Co-Innovation Delivery, yaitu model kolaborasi yang menggabungkan lingkungan pengujian, pendampingan ahli, serta proses inovasi yang fleksibel.

Implementasinya mencakup pencocokan startup dengan pemilik kekayaan intelektual atau intellectual property (IP), penjajakan mitra bisnis secara terstruktur, evaluasi teknis berdasarkan tahapan pencapaian, serta validasi pasar melalui uji coba dan riset pengguna.

Innolab juga menyediakan akses terhadap pendampingan ahli lokal dan global serta teknologi mutakhir. Dengan memanfaatkan ekosistem perkotaan modern seperti BSD City, perusahaan dan startup dapat menguji produk dalam lingkungan nyata, mengidentifikasi kekurangan, dan menyempurnakan solusi berdasarkan kebutuhan pengguna.

Pendekatan ini penting bagi perusahaan yang ingin memasuki pasar baru karena keberhasilan teknologi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihannya. Produk juga perlu menjawab persoalan nyata, sesuai dengan kebiasaan konsumen, serta memiliki model bisnis yang dapat dijalankan secara berkelanjutan.

Perkuat Kolaborasi Startup dan Perusahaan Global

Peluncuran Innolab turut menghadirkan diskusi panel bertajuk “Accelerating Real-World Innovation”. Sesi ini menghadirkan Patrick Lay, Founder & Director of Retragreen; Priscilla Tjin, Senior International Representative MDEC; serta Grace Anastasia, VP of Global Partnership & Go-To-Market at Living Lab Ventures.

Diskusi tersebut membahas strategi membawa teknologi ke pasar, validasi produk, pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta peluang pengembangan bisnis di kawasan Asia Tenggara.

Melalui Innolab, LLV berupaya mempertemukan kebutuhan perusahaan global dengan kemampuan inovasi startup dan ekosistem bisnis Indonesia. Program ini diharapkan membuka peluang komersialisasi teknologi sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar potensial bagi perusahaan internasional yang ingin memperluas bisnis di Asia Tenggara.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *