Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, komunitas Free Fire Ambon ikut memberikan pendampingan intensif, mulai dari latihan hingga pembinaan mental dan disiplin agar tim lebih siap menghadapi tekanan panggung besar.
Bekal itulah yang membuat mereka mampu tampil dominan di Grand Finals GYC 2025 yang berlangsung di Pos Bloc, Jakarta, Sabtu 29 November 2025.
“Tahun ini saya sebagai pelatih mengajak tim komunitas Free Fire Ambon untuk sama-sama memberikan dukungan kepada tim SMAN 5 Ambon. Mulai dari latihan game, membentuk kedisiplinan tim, hingga mendampingi tim sampai babak Grand Finals," kata Pelatih Tim Esports Free Fire SMAN 5 Ambon, Stefan Helyos Rikumahu.

Di babak Grand Finals, SMAN 5 Ambon tampil percaya diri dan dominan sejak awal ronde. Seluruh pemain fokus pada objektif meraih juara.
Memasuki Ronde ke-6, mereka telah mengumpulkan 94 poin dan meraih Champion Rush, disusul SMKN 2 Palangkaraya yang terpaut empat poin sehingga kedua tim berpeluang menjadi juara jika berhasil mendapatkan Booyah di ronde berikutnya.
Namun di Ronde ke 7, SMKN 2 Palangkaraya tereliminasi lebih awal dan peluang itu langsung dimanfaatkan SMAN 5 Ambon yang berhasil mengamankan Booyah, sekaligus memastikan gelar Juara GYC 2025 dengan total 115 poin yang terdiri dari 65 poin eliminasi, 50 placement points, dan satu Booyah.
Baca Juga: Garena Umumkan Game Choppy Cuts dengan Karakter Free Fire
Mereka menjadi tim sekolah Free Fire terbaik dan mengalahkan tim sekolah lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Meski begitu, semua tim sekolah lainnya juga patut mendapatkan apresiasi karena telah berjuang sampai akhir di GYC 2025 Free Fire.
Atas perjuangan itu, 11 tim finalis lainnya, yakni SMKN 2 Palangka Raya, SMK 1 Grati Pasuruan, SMAN 1 Binjai, SMAN 1 Soppeng, SMK Revany Indra Putra, SMKN P. 1 Sukaraja, SMK 3 Perguruan Cikini, SMAN 1 Rengasdengklok, SMK Al Mabrur BNR, SMAN 1 Cikande, dan SMK Darma Siswa juga mendapatkan bagian dari dana pendidikan dengan total hingga Rp275 juta serta beasiswa dari Universitas Ciputra senilai Rp21 Miliar.
GYC Free Fire: Esports untuk Pelajar
Garena Youth Championship (GYC) 2025 Free Fire merupakan turnamen esports resmi untuk pelajar SMP dan SMA di seluruh Indonesia yang mendapat dukungan dari Kemendikdasmen RI, Kemenpora RI, dan PB ESI. Garena menghadirkan turnamen ini untuk mendorong pesan positif tentang keberimbangan esports dan game di lingkungan pendidikan.
Sebagai bagian dari inisiatif Garena Goes to School (GGTS) sejak 2017, GYC 2025 Free Fire memiliki persyaratan khusus dari sisi akademik untuk semua peserta. Sama seperti tahun lalu, semua peserta harus memiliki nilai rapor rata-rata minimum 65 untuk bisa berpartisipasi di turnamen ini.
Melalui skema ini, Free Fire mengajak para pelajar untuk menunjukkan bahwa berprestasi di dunia esports harus dibarengi dengan prestasi di dunia akademik.
One thought on “SMAN 5 Ambon Raih Gelar Juara GYC 2025 Free Fire”