Kapsultekno.com -Mesin espresso, sebuah alat di balik secangkir kopi pekat (espresso) yang bisa kita nikmati saat ini memiliki sejarah panjang, yang dimulai lebih dari satu abad lalu. Sebelum lahirnya mesin espresso modern, dahulu lebih dikenal metode seduh kopi secara tradisional.
Mengutip website Counter Culture Coffee (CCC), awal abad ke-20 orang-orang Italia jatuh cinta kepada kopi Arab, yang mungkin kini dikenal sebagai kopi Turki atau Yunani, kopi yang digiling halus dicampur dengan air dan direbus dalam teko yang disebut "ibrik" di atas api terbuka atau di pasir panas.
Proses seduh kopi (turkish coffee) tersebut rupanya menghasilkan kopi yang kental dan kuat. Hal ini disukai para penikmat kopi kala itu, meskipun butuh waktu yang cukup lama untuk dapat menyeruput minuman "si hitam pekat" tersebut.

Di waktu yang bersamaan, Eropa mengalami migrasi urban besar-besaran sebagai konsekuensi Revolusi Industri. Semakin banyak orang Italia pindah dari pedesaan untuk bekerja di pabrik, mereka tetap membutuhkan waktu istirahat untuk minum kopi.
Kebutuhan untuk segera meminum kopi tanpa menunggu proses yang begitu lama dan perkembangan teknologi pada saat itu mendorong lahirnya inovasi dan cikal bakal mesin espresso.
1901: Mesin Espresso Pertama oleh Luigi Bezzera
Menurut CCC, tonggak awal datang pada 1901, saat Luigi Bezzera mematenkan mesin espresso pertama. Mesin ini menggunakan air dipanaskan dengan api terbuka di bawah ketel, lalu air mendidih dialirkan melalui kopi dalam “proto-portafilter.”
Baca Juga: Indonesia Jadi Negara Kedua Terbanyak Belanja Online di Dunia
Hasil kopi lebih cepat, “dalam satu menit atau kurang” dibanding metode tradisional yang bisa membutuhkan lima menit atau lebih. Mesin ini memang belum menghasilkan tekanan tinggi seperti espresso modern, hanya sekitar 1,5 bar sehingga belum memunculkan crema khas espresso.
Akan tetapi, dari sisi kecepatan dan efisiensi, desain Bezzera sudah merevolusi cara menikmati kopi di kafe atau pabrik.
Evolusi: Lever & Pompa Menuju Espresso
Mesin Bezzera menjadi fondasi, tetapi butuh waktu beberapa dekade sebelum espresso seperti sekarang lahir. Tahun 1946, Achille Gaggia memperkenalkan mesin lever. Dengan sistem pegas dan tuas, mesin ini mampu menghasilkan tekanan yang jauh lebih tinggi hingga sekitar 14 bar dan akhirnya menghasilkan crema, tanda khas espresso segar.
Waktu penyeduhan pun dipangkas menjadi 30–45 detik dengan metode tersebut. Kemudian, revolusi terbesar datang pada 1961 dengan munculnya mesin berbasis pompa, khususnya model klasik Faema E61.
Pompa listrik memungkinkan tekanan konsisten (umumnya 9 bar), membuat ekstraksi lebih stabil dan kualitas kopi lebih terjaga. Inilah fondasi desain sebagian besar mesin espresso modern.
One thought on “Sejarah Mesin Espresso: Dari Model Lever hingga Pompa Elektrik”