Standar Baru: Kontrol Suhu dan Konsistensi
Perkembangan terus berlanjut, pada era sekitar 1970-an, produsen seperti La Marzocco memperkenalkan fitur-fitur penting seperti dual boiler, PID controller atau kontrol suhu elektronik dan saturated group.
Inovasi ini memungkinkan barista mengontrol suhu secara presisi dan menjaga stabilitas panas saat brewing maupun steaming susu secara bersamaan, sebuah lompatan besar pada teknologi mesin espresso yang masih digunakan hingga saat ini.

Baca Juga: Bagaimana Tren Pasar Smartphone di Indonesia pada 2025?
Di era modern, mesin espresso juga mulai memanfaatkan teknologi digital dan otomatisasi. Beberapa mesin bisa mengatur suhu, tekanan, waktu ekstraksi, bahkan dilengkapi sensor dan modul elektronik untuk kontrol otomatis.
Menurut artikel teknik dari ASME (American Society of Mechanical Engineers), mesin espresso masa kini sudah memasukkan kontrol terprogram, efisiensi energi, dan terkadang konektivitas digital/IoT untuk mengatur parameter penyeduhan.
Prinsip Dasar Mesin Espresso: Tekanan + Suhu + Waktu
Sebuah mesin espresso bekerja dengan memaksa air panas bertekanan tinggi melewati bubuk kopi yang padat (puck), menggunakan portafilter dan “group head”. Tekanan ideal untuk membuat espresso umumnya sekitar 9 bar (sekitar 9 kali tekanan atmosfer).
Pada tekanan ini, air panas mampu melarutkan minyak, aroma, dan rasa dari bubuk kopi dengan cepat, menghasilkan konsentrat kopi yang khas, lengkap dengan crema, lapisan busa tipis di permukaan espresso.
Baca Juga: Apa Itu Mobil Hybrid? Ketahui Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangannya
Suhu air pun penting, biasanya air dipanaskan hingga sekitar 90–96 derajat Celcius sebelum melewati kopi. Bila terlalu panas atau terlalu dingin, ekstraksi bisa gagal atau kopi bisa terlalu pahit atau terlalu asam.
Waktu ekstraksi ideal berkisar 25–30 detik (untuk “shot” standar), meskipun bisa bervariasi tergantung gilingan, dosis kopi, dan mesin. Ketiga elemen: tekanan, suhu, dan waktu perlu dikontrol dengan tepat agar espresso memiliki rasa, aroma, dan konsistensi yang optimal.
One thought on “Sejarah Mesin Espresso: Dari Model Lever hingga Pompa Elektrik”